Mencari Menantu yang Ideal, Begini Kreterianya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 02 September 2021 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 330 2464848 mencari-menantu-yang-ideal-begini-kreterianya-0rq2BmKphC.jpg Mencari menantu yang ideal. (Foto: Huffingtonpost)

MENANTU yang ideal itu seperti apa? Di zaman seperti saat ini memang sebagian orangtua memberikan kesempatan kepada anak gadisnya untuk mencari pria yang akan jadi suaminya.

Namun patut diingat bagi setiap orangtua untuk mencari menantu atau calon suami bagi putrinya sudah seharusnya dilakukan. Pilihannya adalah pria orang saleh, yang baik akhlaknya dan agamanya.

Baca Juga: Semua Mahluk di Bumi dan Langit Bertasbih Mensucikan Allah Ta'ala

Rasulullah SAW bersabda, 

إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ،

إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Jika datang kepadamu seorang pelamar putrimu yang kamu ridhoi akhlaknya dan agamanya maka nikahkanlah dia, jika kamu tidak melakukannya akan terjadi fitnah (bencana) di muka bumi dan kerusakan yang luas.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahih Ibni Majah: 1601]

Ustaz Sofyan Ruray menjelaskan, dalam hadits yang mulia ini terkandung perintah memperhatikan dua perkara terpenting dalam memilih menantu:

Pertama: Kemuliaan Akhlak

Karena akhlak yang baik termasuk faktor terbesar langgengnya rumah tangga dan baiknya hubungan antara dua keluarga besar suami dan istri.

Baca Juga: Berpakaian Namun Seperti Memperlihatkan Aurat, Begini Penjelasan Ulama

Kedua: Kebaikan Agama

Maknanya adalah:

- Ketakwaan.

- Kelurusan aqidah dan keselamatan manhaj dari berbagai penyimpangan.

- Istiqomah di atas sunnah.

- Menjauhi syirik, bid’ah dan maksiat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Inilah faktor terbesar langgengnya rumah tangga, bukan hanya di dunia tapi yang lebih penting di akhirat kelak.

Akan tetapi makna hadits yang mulia ini bukanlah keharusan bagi wanita untuk menerima lamaran laki-laki yang saleh, yang tidak ia sukai secara fisik atau harta.

Namun maknanya adalah keharusan bagi wali untuk menikahkannya apabila laki-laki yang melamarnya adalah orang shalih dan ia pun menyukainya.

Jika ia tidak suka karena pertimbangan fisik dan harta, maka tidak boleh memaksanya untuk dinikahkan dengan laki-laki tersebut.Sebagaimana wali juga harus menolak laki-laki yang buruk agama dan akhlaknya, walau anak mereka menyukainya. Dan hendaklah dicarikan gantinya yang lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya