Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khutbah Jumat: Nuzulul Quran dan Spirit Membaca untuk Peradaban

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |11:33 WIB
Khutbah Jumat: Nuzulul Quran dan Spirit Membaca untuk Peradaban
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - uzulul Qur’an mengajarkan bahwa kebangkitan manusia dimulai dari perintah Iqra’ atau membaca dan memahami. Momentum ini bukan hanya untuk diperingati, tetapi untuk diamalkan sebagai pedoman hidup agar lahir masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan mampu mewujudkan peradaban yang mulia.

Berikut naskah Khutbah Jumat yang berjudul, “Khutbah Jumat: Nuzulul Qur’an dan Spirit Membaca untuk Peradaban”, yang mengajak kaum muslimin untuk mengingat dan mendalami makna di balik turunnya Al-Qur’an, sebagiamana dilansir dari NU Online.

Khutbah I

‌اَلْحَمْدُ ‌لِلّٰهِ ‌الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى  فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ، خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ، اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ، الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ، عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Perlu kita pahami bahwa ketakwaan bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga ketaatan dalam menerima, memahami, dan mengamalkan wahyu Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an.

Terlebih pada momentum bulan Ramadhan yang mulia ini, kita diingatkan pada peristiwa agung Nuzulul Qur’an yakni, turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup kita. Wahyu pertama yang turun bukanlah perintah shalat, bukan pula perintah zakat, tetapi perintah untuk membaca atau Iqra’. Ini menunjukkan bahwa jalan menuju takwa dimulai dari membaca, memahami, dan merenungkan ayat-ayat Allah.

Takwa tanpa ilmu akan rapuh. Ilmu tanpa membaca tidak akan tumbuh. Maka momentum Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi kita bahwa membangun ketakwaan harus diawali dengan membangun tradisi membaca, membaca Al-Qur’an, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, serta membaca realitas kehidupan.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement