Kelebihan Al-Qur’an yang diturunkan secara bertahap ini adalah karena sejarah diturunkannya wahyu secara keseluruhan kepada umat terdahulu, yang menjadikan mereka sangat berat mengerjakan semua perintah dan larangan yang ada di dalamnya. Kemudian merekapun mengatakan:
فَقَالُوْا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا
Artinya: ‘Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati’.”
Dari hal ini kita bisa memahami bahwa diturunkannya kitab suci secara langsung memberikan tantangan emosional yang sangat berat bagi kaum terdahulu. Bahkan, tantangan yang mereka terima justru tidak membuat mereka berubah dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam kitab suci, melainkan hanya didengarkan dan tidak dikerjakan dengan baik.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Sebagai umat yang telah mendapatkan karunia Kitab Suci terbaik ini, maka menjadi keniscayaan bagi kita untuk dapat membaca, memahami, dan mengamalkan perintah Allah dalam Al-Qur’an dengan maksimal. Dalam konteks ayat pertama yang diturunkan, yakni Iqra’, perintah membaca dalam Al-Qur’an ini bukan hanya membaca teks, tetapi membaca situasi dan keadaan dalam kehidupan.
Perintah ini membawa kita pada dimensi untuk membaca ayat-ayat qauliyah, yakni firman Allah yang tertulis dalam mushaf, dan juga membaca ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda kebesaran Allah yang terbentang di alam semesta. Ayat ini menjadi sumber dari perintah Rasulullah agar senantiasa menjadi pribadi yang bisa memahami segala sesuatu sehingga kebaikan akan menghampiri.
Rasulullah bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَيُلْهِمْهُ رُشْدَهُ
Artinya: “Siapa saja yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, niscaya ia akan diberi pemahaman dalam agama dan diilhami petunjuk-Nya,” (HR At-Thabarani dan Abu Nu’aim).
Oleh karena itu, Momentum Nuzulul Qur’an ini seharusnya menjadi refleksi bagi kita. Sudahkah kita membaca Al-Qur’an setiap hari? Sudahkah kita memahami maknanya? Sudahkah kita mengamalkannya dalam kehidupan nyata? Jangan sampai Al-Qur’an hanya menjadi hiasan di lemari saja, tetapi tidak menjadi pedoman hidup kita.