Ini Hukum Jasa Titip Menurut Syariat Islam

Biladi Muhammad Wiragana, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 330 2485053 ini-hukum-jasa-titip-menurut-syariat-islam-4Szyc9tdxf.jpg Ilustrasi layanan jasa titip. (Foto: Shutterstock)

Sementara skema murabahah dibagi menjadi dua tahap, berencanana akad dan berakad. Berencana akad di sini bersifat tidak mengikat, hanya menyampaikan apa yang ingin dibeli lalu disampaikan oleh calon pembeli.

Baca juga: Mau Bayar Utang tapi Lupa Jumlahnya? Ini Solusinya Menurut Ajaran Islam 

Sedangkan pada proses akad ketika barang telah dibeli dibeli, penjual boleh mengambil margin keuntungan dari harga barang, namun pihak calon pembeli bisa membatalkan pembeliannya karena sifatnya tidak mengikat sehingga memiliki risiko kerugian bagi pihak layanan jasa titip.

"Untuk barang yang nilainya murah, Anda bisa menggunakan skema yang kedua untuk mengambil margin (keuntungan) lebih. Namun barang yang nilainya mahal, bisa menggunakan skema pertama, transer dulu nanti saya belikan," terang Ustadz Ammi Nur Baits.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: WFH Lebih Banyak Nganggur, Halalkah Gajinya? 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya