Share

4 Penghalang Terkabulnya Doa, Wajib Segera Dihindari

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 330 2533933 4-penghalang-terkabulnya-doa-wajib-segera-dihindari-2QqRlBT8oG.jpg Ilustrasi doa. (Foto: Shutterstock)

TERUNGKAP ada 4 penghalang terkabulnya doa. Apa saja itu? Harus segera dihindari kaum Muslimin. Simak selengkapnya penjelasan berikut ini.

Dikutip dari nu.or.id, Selasa (18/1/2022), Ustadz M Tatam menjelaskan Syekh Khalid ibn Sulaiman merinci empat faktor yang menyebabkan jadi penghalang terkabulnya doa, (Lihat Min โ€˜Ajaibid Duโ€˜a, [Riyadh: Darul Qasim], 2002, jilid 1, halaman 10)

Baca juga: Abu Nawas Ungkap Jumlah Ikan di Laut dan Bintang di Langit, Gimana Cara Hitungnya?ย 

1. Makanan, minuman, atau pakaian haram

Hal ini seperti dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassallam, "Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik, tidak akan menerima kecuali yang baik-baik. Dan Allah juga memerintah orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan kepada para rasul, sebagaimana perintah-Nya. 'Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,' (QS Al Mukminun: 51); 'Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,' (QS Al Baqarah: 172) Kemudian, beliau menyebutkan seorang laki-laki yang lusuh dan kusut setelah menempuh perjalanan jauh, yang menengadahkan kedua tangannya ke langit, seraya berdoa, 'Ya Rabb, ya Rabb,' sedangkan makanan, minuman, dan pakaiannya haram. Sehingga ia diliputi perkara haram. Dengan begitu, bagaimana doa-doanya akan dikabulkan?" Demikian seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Baca juga: Tren Boneka Arwah, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Hisab Berat untuk Pembuatnyaย 

2. Tergesa-gesa dalam berdoa

Ini pula yang disampaikan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassallam melalui riwayat Abu Hurairah. "Doa salah seorang kalian dikabulkan selama ia tak tergesa-gesa dalam doanya. Sehingga ia mengeluh, 'Aku sudah berdoa, namun doaku tak dikabulkan'." Demikian yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Banyak kewajiban Allah yang diabaikan dan merebaknya kemaksiatan

Di antara kewajiban tersebut adalah amar maโ€™ruf dan nahi munkar. Hal ini ditandaskan oleh riwayat Hudzaifah. Disampaikannya bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassallam bersabda:

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู„ูŽุชูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽู„ูŽุชูŽู†ู’ู‡ูŽูˆูู†ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽูŠููˆุดููƒูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจู’ุนูŽุซูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุนูู‚ูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽู‡ู ููŽู„ุงูŽ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ูŽูƒูู…ู’

Artinya: "Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, perintahlah yang makruf oleh kalian dan cegahlah yang munkar, atau Allah nyaris menurunkan siksaan kepada kalian karenanya (tidak amar makruf dan tidak nahyi munkar), sehingga kalian berdoa tidak dikabulkan." (HR At-Tirmidzi)

As-Syuthi menjelaskan, hadis di atas merupakan perintah amar makruf dan nahyi munkar, sebelum turunnya petaka. Petaka dimaksud adalah tertolaknya doa-doa kita akibat terhentinya amar makruf dan merebaknya kemaksiatan. Maka lakukanlah amar makruf dan berdoalah sebelum menjamurnya kemaksiatan dan tertolaknya doa. (Lihat: As-Suyuthi: Syarh Sunan Ibni Majah, jilid 1, halaman 289)

Baca juga: Hukum Transplantasi Organ Babi pada Manusia, Ini Menurut Pandangan Islamย 

Baca juga: Jadi Mualaf, Wanita Cantik Asal Rusia Ini Temukan Banyak Kebenaran dalam Ajaran Islamย 

4. Doa yang dipanjatkan mengandung dosa

Hal diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melalui hadis Abu Saโ€˜id:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุจูุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุง ุฅุซู…ูŒุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽุทููŠู’ุนูŽุฉู ุฑูŽุญูู…ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุซูŽู„ูŽุงุซู: ุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนูŽุฌู‘ูŽู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุŒ ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุฏู‘ูŽุฎูŽุฑูŽ (ูŠูุคูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ) ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุŒ ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฏู’ููŽุนูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุงุกู ู…ูุซู’ู„ูู‡ูŽุง

Artinya: "Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim kecuali Dia akan mengabulkannya. Namun, posisi dia terhadap doanya tak terlepas dari tiga keadaan, baik doanya disegerakan pengabulannya di dunia, disimpan atau diakhirkan di akhirat, atau dipakai untuk menolak petaka yang akan menimpanya." (HR Ath-Thabrani)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini