Share

Abu Nawas Lebih Hebat dari Jin Ifrit, Istana Raja Bisa Dipindah ke Atas Gunung

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 06 614 2543215 abu-nawas-lebih-hebat-dari-jin-ifrit-istana-raja-bisa-dipindah-ke-atas-gunung-IyrqUc8Hbm.jpg Ilustrasi kisah lucu Abu Nawas memindahkan istana Raja ke atas gunung. (Foto: Istimewa/Sindonews)

ABU Nawas kali ini berkisah tentang dirinya yang dianggap Baginda Raja Harun Al Rasyid lebih hebat dari jin ifrit. Lho kok bisa? Simak cerita selengkapnya berikut ini.

Berawal dari Baginda Raja yang baru saja membaca kitab tentang kehebatan Raja Sulaiman yang mampu memerintahkan para jin memindahkan singgasana Ratu Bilqis di dekat istananya. Baginda membaca Surat An-Naml Ayat 39–40:

"Jin Ifrit berkata, 'Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya.' Seorang yang mempunyai ilmu dari kitab berkata, 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.' Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, 'Ini termasuk karunia Rabbku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Mahakaya, Mahamulia'." (QS An-Naml: 39-40)

Baginda Raja mencermati ayat tersebut. Jin ifrit saja bisa dikalahkan seorang ulama, berarti manusia lebih sakti daripada jin. Ulama di masa Raja Sulaiman lebih cepat memindahkan singgasana Ratu Bilqis dibanding jin ifrit. Ulama itu mampu membawa singgasana ke hadapan Nabi Sulaiman sebelum dia mengedipkan mata. Sedangkan jin ifrit hanya mampu membawanya ke hadapan Nabi Sulaiman sebelum dia bangkit dari tempat duduknya.

Baca juga: Abu Nawas Menolak Dikasih Jabatan Tinggi oleh Raja: Pura-Pura Gila Saja 

Baginda Raja tiba-tiba merasa tertarik. Hatinya mulai tergelitik untuk melakukan hal yang sama. Mendadak beliau ingin istananya dipindahkan ke atas gunung agar bisa lebih leluasa menikmati pemandangan di sekitar. Bukankah hal itu tidak mustahil bisa dilakukan karena ada Abu Nawas yang amat cerdik di negerinya.

"Kalau di masa Raja Sulaiman ada ulama yang lebih hebat dari jin ifrit, di masa sekarang ada Abu Nawas," ujar Baginda dalam hati, seperti dikutip dari Kalam Sindonews, Senin (7/2/2022).

Baginda Raja pun segera memanggil Abu Nawas. Setelah Abu Nawas dihadapkan, Baginda bersabda, "Sanggupkah engkau memindahkan istanaku ke atas gunung agar aku lebih leluasa melihat negeriku?"

Abu Nawas tidak langsung menjawab. la berpikir sejenak hingga keningnya berkerut. Tidak mungkin menolak perintah Baginda Raja, kecuali kalau ingin dihukum. Akhirnya Abu Nawas terpaksa menyanggupi proyek raksasa itu.

Ada satu lagi permintaan Baginda Raja, pekerjaan itu harus selesai hanya dalam waktu satu bulan. "Karena kemampuanmu belum teruji, maka kamu punya waktu sebulan untuk melakukan permintaanku itu," ujar Baginda Raja.

Abu Nawas pulang dengan hati masygul. Setiap malam ia hanya berteman dengan rembulan dan bintang-bintang. Hari-hari dilewati dengan kegundahan. Tidak ada waktu yang lebih berat dalam hidup Abu Nawas kecuali hari-hari ini.

Tetapi pada hari kesembilan, Abu Nawas tidak lagi merasa gundah gulana. Keesokan harinya Abu Nawas menuju istana. la menghadap Baginda Raja untuk membahas pemindahan istana. Dengan senang hati Baginda akan mendengarkan, apa yang diinginkan Abu Nawas.

"Ampun Tuanku, hamba datang ke sini hanya untuk mengajukan usul untuk memperlancar pekerjaan hamba nanti," kata Abu Nawas.

"Apa usul itu?" tanya Baginda Raja.

"Hamba akan memindahkan istana Baginda yang mulia tepat pada hari raya Idul Kurban yang kebetulan hanya kurang dari 20 hari lagi.

Baca juga: Abu Nawas Lempar-Lempar Pasir ke Utusan Raja, padahal Mau Diangkat Jadi Hakim, Kok Aneh? 

"Kalau hanya itu usulmu, baiklah," kata Baginda Raja.

"Satu lagi Baginda Raja," ucap Abu Nawas menambahkan.

"Apa lagi?" tanya Baginda Raja.

"Hamba mohon Baginda Raja menyembelih 10 sapi yang gemuk untuk dibagikan langsung kepada para fakir miskin," kata Abu Nawas.

"Usulmu kuterima," kata Baginda Raja menyetujui.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Abu Nawas pulang dengan perasaan riang gembira. Kini tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Toh nanti bila waktunya sudah tiba, ia pasti akan dengan mudah memindahkan istana Baginda Raja. Jangankan hanya memindahkan ke puncak gunung, ke dasar samudra pun Abu Nawas sanggup.

Desas-desus mulai tersebar ke seluruh pelosok negeri. Hampir semua orang harap-harap cemas. Tetapi sebagian besar rakyat merasa yakin akan kemampuan Abu Nawas. Sebab, selama ini Abu Nawas belum pernah gagal melaksanakan tugas-tugas aneh yang dibebankan di atas pundaknya. Namun, ada beberapa orang yang meragukan keberhasilan Abu Nawas kali ini.

Baca juga: Abu Nawas Ditanya 3 Orang soal Dosa Besar dan Kecil, Jawabannya Malah Bikin Pusing 

Saat-saat yang dinanti-nantikan tiba. Rakyat berbondong-bondong menuju lapangan untuk melakukan Sholat Idul Kurban. Seusai sholat, 10 sapi sumbangan Baginda Raja disembelih, lalu dimasak, kemudian segera dibagikan kepada fakir miskin.

Kini giliran Abu Nawas yang harus melaksanakan tugas berat itu. Abu Nawas berjalan menuju istana diikuti oleh rakyat. Sesampai di depan istana, Abu Nawas bertanya kepada Baginda Raja.

"Ampun Baginda Raja yang mulia, apakah istana sudah tidak ada orangnya lagi?"

"Tidak ada," jawab Baginda Raja singkat.

Kemudian Abu Nawas berjalan beberapa langkah mendekati istana. la berdiri sambil memandangi istana. Abu Nawas berdiri mematung seolah-olah ada yang ditunggu. Benar. Baginda Raja akhirnya tidak sabar.

"Abu Nawas, mengapa engkau belum juga mengangkat istanaku?" tanya Baginda Raja.

"Hamba sudah siap sejak tadi Baginda," jawab Abu Nawas.

Baca juga: Aneh! Abu Nawas Bisa Bikin Panci Beranak, Kemudian Meninggal 

"Apa maksudmu engkau sudah siap sejak tadi? Kalau engkau sudah siap. Lalu apa yang engkau tunggu?" tanya Baginda masih diliputi perasaan heran.

"Hamba menunggu istana Baginda Raja yang mulia diangkat oleh seluruh rakyat yang hadir untuk diletakkan ke atas pundak hamba. Setelah itu hamba tentu akan memindahkan istana Baginda Raja yang mulia ke atas gunung sesuai dengan titah Paduka."

Baginda Raja Harun Al Rasyid terpana. Beliau tidak menyangka Abu Nawas masih bisa keluar dari tantangan sulit.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini