Share

Gara-Gara Mimpi, Abu Nawas dan Santrinya Hancurkan Rumah Hakim, tapi Kok Raja Mendukung?

Miftah H Yusufpati, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 614 2547177 gara-gara-mimpi-abu-nawas-dan-santrinya-hancurkan-rumah-hakim-tapi-kok-raja-mendukung-6BymoIFyp5.jpg Ilustrasi Abu Nawas. (Foto: Istimewa/Matematrik/Sindonews)

HUMOR Abu Nawas memang enggak pernah ada habisnya. Kali ini tentang Abu Nawas, santri-santri, dan demonstrasi yang disisipi provokator. Lho kok bisa? Ini kisah lengkapnya.

Berawal suatu sore ketika Abu Nawas sedang mengajar santri-santrinya, ada dua tamu datang ke rumahnya. Seorang tamu adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi pemuda berkebangsaan Mesir.

Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas meminta santri-santrinya menutup kitab.

"Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak, dan martil serta batu."

Baca juga: Kangen Abu Nawas, Raja Lampiaskan dengan Numpang Buang Air, Kok Aneh? 

Para santri Abu Nawas merasa heran, namun mereka begitu patuh dan melaksanakannya. Mereka merasa yakin gurunya berada di pihak yang benar.

Begitulah. Pada malam harinya para santri itu datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang diminta. Berkata Abu Nawas penuh provokasi, "Hai kalian semua! Pergilah malam hari ini untuk merusak rumah Tuan Kadi (Hakim) yang baru jadi."

"Hah? Merusak rumah Tuan Kadi?" ujar semua santri keheranan.

"Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!" tegas Abu Nawas menghapus keraguan para santrinya.

"Barang siapa yang mencegahmu, jangan kau pedulikan, terus hancurkan saja rumah Tuan Kadi yang baru. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barang siapa yang hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan lemparilah dengan batu," ujar Abu Nawas berapi-api.

Baca juga: Abu Nawas Gampang Lolos dari Hukuman Dimasak Jadi Bubur, tapi Kok Malah Raja Jadi Korbannya? 

Habis berkata demikian, para santri bergerak ke arah rumah Tuan Kadi. Laksana demonstran, mereka berteriak-teriak sembari menghancurkan rumah Tuan Kadi.

Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakukan mereka. Ada yang berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah santri-santri Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tidak bisa berbuat apa-apa.

Melihat demo anarkis ini, Tuan Kadi tergopoh-gopoh keluar rumah. "Mengapa ini kamu lakukan? Apa salah saya? Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?" pekik Tuan Kadi dengan suara parau dan bertubi-tubi.

Santri-santri itu menjawab, "Guru kami Tuan Abu Nawas yang menyuruh!"

Setelah menjawab begitu, mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga roboh dan rata dengan tanah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Tuan Kadi Cuma bisa marah-marah karena tidak ada orang yang berani membelanya. "Dasar Abu Nawas provokator. Orang gila! Besok pagi aku akan melaporkannya kepada Baginda Raja," ancam Tuan Kadi.

Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian itu sehingga Baginda Raja memanggil Abu Nawas. "Hai Abu Nawas, apa sebabnya kau merusak rumah Kadi?" tanya Baginda begitu Abu Nawas datang menghadap.

Baca juga: Cuma Modal Tongkat, Abu Nawas Bisa Tunjuk Titik Tengah Bumi, Raja pun Bingung 

"Wahai Baginda, sebabnya ialah pada suatu malam hamba bermimpi bahwasanya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya. Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi. Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi," jawab Abu Nawas dengan wajah serius.

"Bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?" cecar Baginda Raja dengan nada tinggi.

"Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini, Baginda Raja," jawab Abu Nawas dengan tenang.

Mendengar perkataan Abu Nawas seketika wajah Tuan Kadi menjadi pucat pasi. la gemetar dan terdiam seribu bahasa.

"Hai Kadi, benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?" tanya Baginda Raja.

Tuan Kadi tidak bisa menjawab. Wajahnya tampak pucat. Tubuhnya gemetaran karena takut.

"Abu Nawas! Jangan membuatku pusing! Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini!" tanya kembali Baginda Raja mencecar Abu Nawas.

Baca juga: Jenguk Temannya yang Sakit, Abu Nawas Kok Malah Undang Orang-Orang Makan Malam 

"Baiklah," jawab Abu Nawas dengan tetap tenang. "Baginda, beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali," ujar Abu Nawas mulai menjelaskan sebab musababnya.

"Pada suatu malam ia bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (maskawin) sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda," ujar Abu Nawas menekankan. "Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya," lanjut dia.

"Tentu saja pemuda Mesir itu tidak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, di sinilah terlihat arogansi Tuan Kadi, ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa," tutur Abu Nawas mengakhiri ceritanya.

Baginda Raja terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya 100 persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas memanggil si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil pemuda itu ke hadapan Baginda.

Lalu Baginda Raja meminta pemuda Mesir itu menceritakan ihwal dirinya sejak datang ke Baghdad. Cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan, pemuda itu juga membawa saksi yaitu Pak Tua pemilik tempat dia menginap.

Baca juga: Abu Nawas Pusing Dengar Syair Putra Raja: Lebih Enak Masuk Penjara Saja 

"Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang bejat moralnya," ujar Baginda Raja sangat murka. Kadi yang baru itu akhirnya dipecat saat itu juga dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir.

Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir tersebut hendak membalas kebaikan Abu Nawas.

Baca juga: Kisah Lucu Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot Genit yang Menggoda Istrinya 

Berkata Abu Nawas, "Janganlah engkau memberiku barang sesuatu pun kepadaku. Aku tidak akan menerimanya sedikit pun juga."

Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri Mesir menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas kepada penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini