Share

Ini Alasan Kemenag Usulkan Kenaikan Biaya Haji Jadi Rp45 Juta

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 21 Februari 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 21 614 2550451 ini-alasan-kemenag-usulkan-kenaikan-biaya-haji-jadi-rp45-juta-1drhyF9Rra.jpg Ilustrasi ibadah haji. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1443H/2022M senilai Rp45.053.368. Besaran biaya haji ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2020.

Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu (SIHDU) Ditjen PHU Jaja Jaelani menjelaskan kenaikan besaran biaya haji tahun ini disebabkan adanya biaya protokol kesehatan (prokes) jamaah dan kenaikan biaya penerbangan.

Baca juga: Menag Usul ke DPR Biaya Haji 2022 Rp45 Juta, Ini Rinciannya 

"Berkaitan dengan kenaikan BPIH tahun ini menjadi Rp45 juta, hal ini dikarenakan adanya biaya prokes yang cukup besar yakni sekira Rp7,6 juta, yang mana pada tahun 2020 itu tidak ada. Kedua, kenaikan biaya penerbangan, dan juga ada kenaikan biaya operasional di Arab Saudi serta beberapa kenaikan biaya operasional di Tanah Air," papar Jaja, dikutip dari haji.kemenag.go.id, Senin (21/2/2022).

Ia melanjutkan, adapun rincian komponen biaya prokes jamaah haji tahun ini meliputi biaya tes swab PCR jamaah di Asrama Haji sebanyak dua kali (keberangkatan dan pulang); biaya tes swab PCR di Arab Saudi sebanyak tiga kali (saat tiba, karantina, dan akan pulang ke Tanah Air); akomodasi dan konsumsi selama lima hari karantina di Jeddah; serta akomodasi dan konsumsi di Asrama Haji setiba dari Arab Saudi.

Baca juga: 5 Sunah ketika Buka Puasa Ramadhan, Miliki Pahala Sangat Besar 

Jaja menerangkan, pengajuan usulan biaya haji disampaikan setiap tahunnya oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenag, kepada DPR untuk selanjutnya dibahas bersama-sama.

"Di dalam penyelenggaraan ibadah haji, kita mengacu pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji dan PP Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan UU 34/2014, di mana pemerintah mengajukan usulan setiap tahunnya kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan dan pembahasan berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun berjalan," jelasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Besaran biaya haji yang diusulkan tahun ini, terang Jaja, mempertimbangkan kondisi di mana pandemi covid-19 masih terjadi. "Ada beberapa hal yang perlu dicermati. Yang pertama adalah saat ini kita masih berada di masa pandemi, meskipun demikian pemerintah harus membuat suatu program perencanaan yang optimal. Dalam artian, perencanaan keuangan ini harus mengacu kepada operasional haji 100 persen, karena kita belum tahu pasti kondisi kedepannya seperti apa," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa besaran biaya yang telah diusulkan merupakan estimasi awal sehingga masih dapat mengalami perubahan.

Baca juga: Sejarah Isra Mikraj, Awal Mula Turunnya Perintah Sholat Lima Waktu bagi Kaum Muslimin 

Baca juga: Mau Pesan Makanan di Hotel Arab, Pria Ini Bingung Menunya Tulisan Arab Gundul Semua 

"Adapun besaran ini masih berupa usulan, tentu masih akan kita bicarakan dengan DPR dan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Nantinya bersama BPKH setelah mendapatkan keputusan dari DPR, berapa beban dari BPIH yang ditanggung oleh jamaah, karena setoran awal sebesar Rp25 juta sudah dibayarkan jemaah melalui BPS (bank penerima setoran), nanti ada biaya pelunasan. Biaya pelunasan inilah yang saat ini kita bahas bersama-sama dengan DPR," paparnya.

"Kenaikan biaya ini masih akan dibicarakan kembali bersama Menteri Perhubungan, apakah usulan ini tetap, naik, atau turun. Jadi, masih sangat fleksibel," tukasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini