NIAT puasa Ramadan jangan sampai terlewat. Alasannya, niat adalah hal wajib dalam puasa. Jika tidak berniat, puasa yang dijalani bisa sia-sia.
Niat yang dimaksud adalah berkeinginan menunaikan ibadah puasa. Adapun dalil wajibnya niat puasa Ramadan adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam:
Baca juga: Aktor Laga Willy Dozan Masuk Islam, Respons Positif Ibunya yang Non-Muslim Jadi Sorotan
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya." (Muttafaqun ‘alaih)

Disitat dari Muslim.or.id, niat puasa Ramadan cukup di dalam hati. Sebab, niat memang letaknya di hati. Jadi jika di hati sudah berkehendak mau menjalankan puasa Ramadan keesokan harinya, maka sudah disebut berniat.
Baca juga: Viral 2 Muslim Palestina Tidak Goyah Beribadah di Masjid Al Aqsa meski Diserang Tentara Israel
Ulama besar Muhammad Al Hishni berkata:
لا يصح الصوم إلا بالنية للخبر، ومحلها القلب، ولا يشترط النطق بها بلا خلاف
"Puasa tidaklah sah kecuali dengan niat karena ada hadis yang mengharuskan hal ini. Letak niat adalah di dalam hati dan tidak disyaratkan dilafazhkan." (Kifayatul Akhyar, halaman 248)
Ulama lainnya Muhammad Al Khotib berkata:
إنما الأعمال بالنيات ومحلها القلب ولا تكفي باللسان قطعا ولا يشترط التلفظ بها قطعا كما قاله في الروضة
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Namun niat letaknya di hati. Niat tidak cukup di lisan. Bahkan tidak disyaratkan melafazhkan niat. Sebagaimana telah ditegaskan dalam Ar-Roudhoh." (Al Iqna’, 1: 404)
Baca juga: Tata Cara Itikaf di Masjid saat Bulan Ramadan untuk Raih Keberkahan Sangat Besar
Adapun memakai niat puasa dengan lafazh "Nawaitu shouma ghodin …", maka itu tidak ada dalil yang mendukungnya untuk dilafazkan.
Masalah melafazkan niat tidak terdapat hal tersebut dalam kitab shahih maupun kitab sunan, padahal masalah tersebut terkait ibadah, namun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam dan para sahabat tidak pernah mencontohkannya.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)