Share

PBNU Tetapkan 1 Dzulqa'dah 1443H Jatuh pada Rabu 1 Juni 2022M

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 614 2603321 pbnu-tetapkan-1-dzulqa-dah-1443h-jatuh-pada-rabu-1-juni-2022m-5QgP10xsfJ.jpg Ilustrasi Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan awal bulan Dzulqa'dah. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

KETUA Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Drs KH Sirril Wafa MA menyatakan pihaknya menetapkan tanggal 1 Dzulqa'dah 1443 Hijriah jatuh pada Rabu 1 Juni 2022 Masehi. Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah, keputusan penetapan 1 Dzulqa'dah berdasarkan keputusan Muktamar Ke-34 NU Tahun 2021 di Lampung terkait posisi ilmu falak dalam penentuan waktu ibadah.

Ia menerangkan, berdasarkan ikhbar Awal Syawal 1443H PBNU, maka tanggal 29 Syawal 1443H bertepatan dengan Senin Legi 30 Mei 2022 Miladiyah. Berdasarkan delapan metode ilmu falak qath’iy (bukan taqriby) yang dipedomani Lembaga Falakiyah PBNU, diketahui bahwa kedudukan hilal di seluruh wilayah Indonesia adalah berada di bawah ufuk, karena telah terbenam lebih dulu dibanding matahari.

Baca juga: Memelihara Janji dan Amanah, Ini Keutamaannya yang Luar Biasa Besar! 

KH Sirril Wafa memaparkan, kedudukan hilal terkecil terjadi di Kota Merauke, Provinsi Papua, dengan tinggi negatif 3º 00’ dan elongasi 1º 58’. Sementara kedudukan hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh, dengan tinggi negatif 0º 32’ dan elongasi 1º 31’.

"Sementara di Markaz Gedung PBNU Jakarta, kedudukan hilal adalah pada tinggi negatif 1º 35’ 56” dengan ijtima’ haqiqy (konjungsi bulan-matahari secara geosentrik) baru akan terjadi pada pukul 18:31:10 WIB," jelas KH Sirril Wafa dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Selasa 31 Mei 2022M/30 Syawal 1443H 

Ia menerangkan, berdasarkan keputusan Muktamar Ke-34 Tahun 2021 PBNU terkait posisi ilmu falak dalam penentuan waktu ibadah, maka apabila menurut minimal lima metode falak qath’iy ternyata hilal berada di bawah ufuk, maka rukyah hilal tidak lagi bersifat fardlu kifayah atau sunnah.

Sebab, tujuan rukyah hilal adalah untuk memastikan terlihatnya hilal, sementara hilal menurut metode falak qath’iy tidak mungkin terlihat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dikarenakan tidak mungkin terlihat, maka berlaku kaidah bulan Hijriah yang sedang berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Sehingga, tanggal 1 Dzulqa'dah 1443H adalah jatuh pada lusanya yakni Rabu Pon (mulai malam Rabu) 1 Juni 2022M.

"Terkait keputusan ini maka jajaran Lembaga Falakiyah di tingkat provinsi (PWNU) dan kabupaten/kota (PCNU) se-Indonesia agar bertindak aktif menyebarluaskan pengumuman awal bulan Dzulqa'dah 1443H ini kepada warga Nahdlatul Ulama terutama di wilayah dan cabangnya masing-masing," pungkasnya.

Wallahu a'lam bisshawab.

Baca juga: Merinding Dengar Surat Al An'am, Pemuka Agama Ini Mantap Memeluk Islam 

Baca juga: Viral Pesantren Gelar Nikah Massal, Calon Pengantin Baru Diketahui 10 Menit Jelang Ijab Kabul 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini