Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pasutri Penjual Kerupuk Kumpulkan Uang dari 1996 untuk Ibadah Haji Tahun Ini

Mukhtar Bagus , Jurnalis-Senin, 13 Juni 2022 |14:06 WIB
Kisah Pasutri Penjual Kerupuk Kumpulkan Uang dari 1996 untuk Ibadah Haji Tahun Ini
Amir dan Maryam pasutri penjual kerupuk naik haji tahun ini (MNC Portal)
A
A
A

JOMBANG - Setelah puluhan tahun menabung, pasangan suami istri penjual kerupuk di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya bisa pergi haji tahun ini.

Sehari-hari, pasangan suami istri itu hanya mengandalkan hidup dari bekerja menjual kerupuk di pasar.

Selain buat makan dan biaya sekolah anaknya, sisa hasil dagangannya mereka tabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa daftar untuk naik haji.

Pasangan suami istri, Amir dan Maryam itu merupakan warga Desa Janti, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Baca juga: Jamaah Dapat Makan 3 Kali Sehari Selama 9 Hari di Madinah

Setiap hari usai menggoreng kerupuk, keduanya pun masih sibuk membungkus kerupuk di rumahnya.

Lalu pada keesokan harinya, kerupuk tersebut mereka jual di Pasar Mojoagung, Jombang. Amir dan Maryam mengaku sangat senang karena akhir Juni nanti bisa segera bertolak ke Tanah Suci guna memenuhi panggilan Allah untuk menunaikan ibadah haji.

"Keberangkatan haji ini seperti mimpi," kata Amir, Senin (13/6/2022).

Apalagi setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, keinginan untuk pergi ke Tanah Suci itu akan segera terwujud.

Baca juga: Tangis Wartini Pecah saat Lihat Kakbah

Amir dan Maryam mengaku telah bekerja keras menabung untuk pergi haji sejak 1996 silam. Lalu baru pada 2011, uang tabungan keduanya dirasa cukup sehingga segera mendaftar dan mendapat porsi haji.

Keduanya kembali bekerja keras untuk menyiapkan uang pelunasan agar jika sewaktu-waktu dipanggil untuk berangkat mereka bisa melunasi ongkos naik haji yang ditetapkan pemerintah.

Kata dia, usaha untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu bukan hal mudah. Pasalnya, dari usaha jualan kerupuk keduanya hanya mendapatkan penghasilan bersih rata-rata Rp100 hingga Rp150 ribu rupiah per hari.

Selain itu, keduanya juga harus menanggung biaya hidup dan biaya sekolah dua anaknya. Amir dan Maryam berharap ibadah hajinya kelak menjadi mabrur.

Baca juga: Tiba di Masjidil Haram, Jamaah Haji Indonesia Padati Area Tawaf di Depan Kakbah

(Fakhrizal Fakhri )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement