MAKKAH - Indonesia mendapat penambahan petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2022 sebanyak 200 orang.
Nantinya petugas tambahan ini akan disebar di daerah kerja bandara, Madinah dan Makkah.
"Total untuk tambahan ada 200 orang," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat usai rapat evaluasi di Madinah, Jumat (17/6/2022) malam waktu Arab Saudi.
Penambahan ini difokuskan untuk semua layanan, baik itu konsumsi, tranportasi hingga akomodasi.
Terlebih lagi, ada perubahan layanan konsumsi dari 2 kali makan menjadi 3 kali makan sehari.
"Kemudian layanan akomodasi, transportasi termasuk juga perlindungan jamaah," katanya.
Petugas tambahan ini juga akan membantu sektor khusus Masjidil Haram. Sebab, Masjidil Haram akan menjadi titik berkumpulnya jamaah haji Indonesia yang ingin melakukan tawaf maupun shalat wajib.
Potensi permasalahan yang akan dihadapi akan lebih banyak seperti jamaah ketinggalan rombongan hingga lupa arah pulang ke hotel.
"Potensi permasalahan khususnya di Masjidil Haram biasa ya ada peningkatan orang kesasar, orang mungkin lupa untuk kembali ke tempat atau ke hotel tempat tinggalnya. Maka itu kita akan perbanyak petugas kita di sektor khusus itu," katanya.
Dengan penambahan petugas haji, lanjut Arsad sudah ideal untuk melayani jamaah haji Indonesia pada tahun ini. Sebelum ada penambahan, total petugas haji PPIH mencapai 1.901 orang.
Untuk pembagian penambahan petugas haji akan diperbanyak di daerah kerja Makkah.
"Karena di Makkah paling kompleks layanannya ya. Di Makkah juga ada satu moment berkumpulnya jamaah dari seluruh dunia. Jadi kalau sudah berkumpul itu akan terjadi crowded itu terhubung dengan layanan katering, transportasi dan lain-lain," ujarnya.
(Natalia Bulan)