MAKKAH - Operasional bus shalawat akan berhenti sementara selama 10 hari jelang puncak haji 2022. Bus shalawat berhenti operasi mulai 5 Dzulhijjah atau 4 Juli hingga 15 Dzulhijjah atau 13 Juli
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat.
Arsad menjelaskan, hal itu karena sarana transportasi untuk puncak haji di Arafah- Muzdalifah-Mina (Armuzna) menggunakan bus shalawat yang beroperasi saat ini.
"Jadi nanti setelah tanggal 5, coba perhatikan tidak ada lagi bus-bus shalawat berkeliaran. Itu akan ditarik seluruhnya untuk persiapan Armuzna," kata Arsad di Kantor Daker Makkah, Minggu (26/6/2022).
Dengan demikian, mobilisasi jamaah haji ke Masjidil Haram pada tanggal tersebut tidak bisa dilakukan karena operasional bus shalawat berhenti sementara. Hal ini dikarenakan bus shalawat akan dipersiapkan untuk layanan transportasi di Armuzna.
"Untuk kepulangan awal itu sekitar tanggal 15 Dzulhijjah atau 16 Juli. Jadi nanti yang perlu disampaikan ke jamaah haji di periode tersebut, 5-15 Dzulhijjah (tidak ada bus shalawat)," kata Arsad.
Arsad mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia tidak memaksakan diri ke Masjidil Haram saat operasional bus shalawat berhenti sementara. Dalam periode tersebut, jamaah bisa melaksanakan shalat lima waktu di mushola yang tersedia di hotel tempat menginap.
"Saya sarankan untuk melaksanakan shalat 5 waktu di masjid atau musala sekitar lokasi jamaah tinggal dan tidak mungkin melaksanakan salat di Masjidil Haram," ucapnya.
Hal ini juga sekaligus membuat jamaah haji tidak terlalu capek dan bisa menjaga kesehatan jelang puncak haji di Armuzna.
"Menyimpan tenaga untuk keperluan wukuf di Arafah yang saya yakin ini butuh energi full, yang tidak boleh kita kurangi," katanya.