Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antisipasi Hujan saat Wukuf di Arafah, Sekjen Kemenag Ingatkan soal Listrik

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 27 Juni 2022 |19:46 WIB
Antisipasi Hujan saat Wukuf di Arafah, Sekjen Kemenag Ingatkan soal Listrik
Ilustrasi/ Foto: MCH
A
A
A

MAKKAH - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Nizar Ali meminta pihak Syarikah Thawafah mengantisipasi jika ada force majeure saat puncak haji di Arafah.

Hal ini berkaca pada kejadian tahun 2019. Saat itu hujan deras mengguyur padang Arafah. Tak hanya hujan tetapi disertai angin.

 BACA JUGA:Lakukan Sweeping, Petugas Pastikan Seluruh Jamaah Haji Terangkut Naik Bus ke Arafah

"Yang harus perlu diantisipasi kalau terjadi force majeure, angin atau badai hujan," kata Nizar di Makkah, Minggu (26/6/2022).

Nizar menjelaskan, jika terjadi hujan deras, maka aliran listrik bisa dimatikan. Hal ini dikarenakan kabel yang di-setting berada bawah tanah dan dangkal sekali.

"Hanya 20 centimeter (cm) itu berbahaya, maka kalau ada hujan itu pasti dimatikan," kata Nizar.

Sementara itu, untuk keseluruhan fasilitas pelayanan di Arafah harus dicek 1-2 kali lagi agar pelayanan benar-benar dirasakan oleh jamaah haji Indonesia. Fasilitas yang perlu dicek lagi seperti toilet hingga Air Conditioner (AC).

 BACA JUGA:Bersyukur di Atas Kursi Roda, Ali Iskan Menginspirasi Jamaah Haji Dunia

Kendati demikian, Nizar melihat persiapan jelang puncak ibadah haji 2022 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Saya yakin, insya Allah ini bisa jauh lebih nyaman dari pada tahun lalu dan ada memang peningkatan atau perubahan skema, mungkin aliran listrik yang dulu pakai genset sekarang pakai langsung ke sumber PLN sini," katanya.

Untuk pengaturan AC, lanjut Nizar perlu diatur ulang. Tenda akan dilengkapi 6 AC dari sebelumnya yang hanya 4 AC. Penggunaan AC diperlukan mengingat cuaca panas di Arab Saudi yang mencapai 40-46 derajat celcius. Namun di sisi lain, jika pada malam hari suhu dingin maka AC bisa dimatikan.

 BACA JUGA:Pesan Ridwan Kamil pada Jamaah Haji: Jangan Lupa Bersyukur Atas Nikmat Umur

"Jadi, saya rasa perlu diatur, ini nanti malam kedinginan kalau dinyalakan semua, sehingga tergantung teknisi yang atur kesiapan," katanya.

Nizar menyampaikan, pihaknya membentuk satuan tugas Arafah Muzdalifah Mina. Anggotanya dipilih dari orang-orang pilihan yang punya pengalaman baik, punya kekuatan fisik yang luar biasa dan punya kecerdasan dalam dalam risk management.

Sesuai protap, persiapan puncak haji selesai pada 7 Dzulhijjah karena persiapan sudah terpantau bagus. Dia optimistis persiapan ibadah haji bisa selesai dengan baik seperti dengan yang sudah direncanakan.

 BACA JUGA:Bicara di Seminar TNI AD Soal Kesiapan Prajurit Jaga Kedaulatan, Prabowo: Kita Tidak Bisa Buang Waktu!

"Tapi semuanya, berkomitmen untuk peningkatan pelayanan dan semua bisa bertanggung jawab kepada bidang masing-masing tugasnya," katanya.

(Nanda Aria)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement