Sementara Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin menuturkan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan ibadah puasa di hari Arafah. Sebab bagi yang melaksanakannya, dosa-dosanya akan diampuni.
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim nomor 1162)
Pada hari Arafah Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya, bahkan mendapatkan keberkahan di dunia maupun di akhirat. Maka di waktu tersebut dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.
"Maka perbanyaklah berdoa pada saat melaksanakan puasa Arafah, memohonlah agar diberikan kesehatan, umur panjang barokah, istikamah ibadah, rezeki berkah dan ilmu melimpah, manfaat bagi sesamanya," terangnya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
Artinya: "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR Tirmidzi nomor 3585)