MAKKAH - Jamaah haji Indonesia melakukan lempar jumrah di Jamarat, Mina. Semangat jamaah haji Indonesia saat lempar jumrah terlihat saat lempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah atau Sabtu 9 Juli 2022 meski dalam kesehatan yang terbatas.
Sementara, pada hari ini 11 Dzulhijjah atau Minggu 10 Juli 2022 jamaah haji Indonesia juga melakukan lempar jumrah di hari tasyrik. Masing-masing melempar jumrah ulo, wustho dan aqabah.
Berikut ini potret semangatnya jamaah haji Indonesia melakukan lempar jumrah:
1. Jamaah haji gendong jamaah
Potret ini terlihat ketika jamaah haji Indonesia menggendong jamaah lainnya yang mengalami kaki sakit saat berjalan ke area Jamarat. Jarak dari tenda ke area Jamarat kurang lebih 5 kilometer (km) pergi pulang (PP).
"Saya gendong karena kursi rodanya kurang, ini tetangga saya. Insya Allah saya kuat," ujar Tubin jamaah haji yang menggendong jamaah lainnya.
Baca juga: Terbang di Atas Kota Makkah, Jurnalis MNC Media: Pengalaman Luar Biasa
2. Jamaah haji menggunakan tongkat kruk
Jamaah haji Indonesia menggunakan tongkat kruk saat berjalan ke area Jamarat. Meski menggunakan tongkat, jamaah haji ini tetap bersemangat lempar jumrah.

"Ini berhenti dulu, agar tidak nyeri. Tapi masih semangat," kata jamaah tersebut.
Petugas Pertolongan Pertama pada Jamaah (P3JH) Nuraisah mengatakan, sebagian besar jamaah haji Indonesia kelelahan, dehidrasi dan kram otot saat menuju ke area Jamarat
"Kelelahan, dehidrasi seharusnya bisa mereka pelan-pelan jalannya. Enggak usah harus ikut rombongan," kata Nuraisah kepada Media Center Haji (MCH).
Meski demikian, petugas kesehatan sudah mengimbau kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang merasa kurang sehat untuk tidak melakukan lempar jumrah karena bisa dibadalkan
"Jamaah risiko tinggi (Risti) dokter kloter seharusnya menyampaikan ke jamaah. Dibadalkan saja tapi mereka ingin merasakan seperti apa lempar Jumrah, seperti apa," katanya.
Jamaah haji banyak yang kelelahan di jalur Jamarat untuk melempar jumrah sehingga mereka beristirahat sejenak di pinggir jalur dan sekitar pos layanan kesehatan.
"Kami keliling membawa kursi roda dan air minum, menemukan banyak jamaah yang melelahkan dan dehidrasi terutama yang berusia 50 tahun ke atas," kata koordinator Emergency Medical Team (EMT) Makkah, Erwinsyah.
Dia mengatakan, di pos layanan kesehatan di Jamarat cukup banyak dikunjungi jamaah untuk mendapatkan layanan. Mereka dipasangkan infus dan diberi minum serta semprotan air sampai kondisinya membaik baru kembali ke tenda di maktab mereka di Mina.
Sebelumnya Menag meminta seluruh jamaah haji Indonesia tetap menjaga kesehatan bagi yang kemarin usai menjalankan ibadah wukuf dan hari ini mulai melakukan lempar jumrah.
“Pertama, jamaah harus jaga stamina, jangan lakukan kegiatan yang tidak diperlukan,” ujarnya.