Share

Abu Nawas Bisa Ajari Keledainya Baca Buku, Raja Langsung Bengong Melihatnya!

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 614 2628313 abu-nawas-bisa-ajari-keledainya-baca-buku-raja-langsung-bengong-melihatnya-kKvdwMEBFK.jpg Ilustrasi kisah lucu Abu Nawas dan keledainya. (Foto: Istimewa)

ABU Nawas memang ada-ada saja kelakuannya. Kali ini dia membuat Baginda Raja bengong terpana melihat tingkahnya. Sosok lucu itu bisa mengajari keledainya membaca buku. Caranya pun sangat unik lho!

Cerita lucu ini diawali ketika Baginda Raja memberi hadiah seekor keledai kepada Abu Nawas. Sudah tentu Abu Nawas senang bukan kepalang. Dia sangat menerimanya dengan senang hati.

Baca juga: Kejar Maling yang Lari ke Arah Barat, Abu Nawas Kok Malah Cegat dari Timur? 

Asal tahu saja, keledai adalah hewan yang masih berasal dari keluarga kuda. Hewan ini telah digunakan sebagai pekerja selama ribuan tahun lalu.

Keledai pertama kali didomestikasi sekira tahun 3000 SM, mungkin di Mesir atau Irak (Mesopotamia). Keledai digunakan untuk bertransportasi dan kerja lain, seperti menarik kereta kuda maupun membajak ladang.

Abu Nawas sendiri membutuhkan keledai sebagai tunggangan. Dengan memiliki keledai, apabila hendak ke mana-mana dia tidak perlu jalan kaki.

Baca juga: Abu Nawas Jalankan Perintah Raja Ambil Mahkota dari Surga, Gimana Caranya? Aneh Banget! 

Jadi jika Abu Nawas senang dengan hadiah itu. Apalagi keledai tersebut dari Baginda Raja. Tapi tunggu dulu, ternyata "ada udang di balik batu" terkait hadiah itu.

"Ajari keledai itu membaca. Dalam dua pekan, datanglah kembali kemari, dan kita lihat hasilnya," ucap Baginda Raja dengan wajah serius, seperti dikutip dari Kalam Sindonews.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Mendengar perintah itu, wajah Abu Nawas mendadak pucat. Wajah ceria yang biasa diperlihatkan pun mendadak hilang. Abu Nawas sadar ini adalah ujian yang mesti diselesaikan dengan baik dan benar. Jika gagal, habislah dia.

Abu Nawas pun berlalu, dan dua pekan kemudian dia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Baginda Raja menunjuk ke sebuah buku besar. Abu Nawas pun menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku tersebut, dan tidak lama mulai membalik halamannya dengan lidah. Terus-menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Abu Nawas.

"Demikianlah," kata Abu Nawas. "Keledaiku sudah bisa membaca," lanjutnya dengan wajah khas senyum simpul.

Baginda Raja mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca?"

Abu Nawas berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar."

"Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?" tanya Baginda Raja tidak puas.

Abu Nawas menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan?"

Baginda Raja mengangguk-angguk sembari menatap wajah keledai dan Abu Nawas secara bergantian. "Dasar," gumam Baginda Raja lalu mengusir Abu Nawas bersama keledainya itu. Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini