Hasan menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, distribusi air zamzam untuk jamaah haji masih menggunakan galon 20 liter. Namun, kini distribusi air zamzam ke jamaah haji berupa botol air ukuran 330 ml. Alasannya dengan menggunakan botol air ukuran 330 ml, jamaah bisa mudah dan leluasa membawa air zamzam ke mana saja.
"Sekarang proses distribusi kepada jamaah haji bentuknya seperti ini dibagi ke jamaah haji di hotel-hotel minimal 3 botol per hari," ujar Hasan.
Lanjut Hasan mengatakan, untuk pendistribusian air zamzam ke hotel-hotel jamaah menggunakan sistem digitalisasi yang dipantau. Hal ini bertujuan agar distribusi air zamzam tepat sasaran. Terlebih lagi, Zamazemah langsung ditugasi Raja Salman untuk mendistribusikan air zamzam kepada seluruh jamaah haji.
"Ada petugas kita di penghubung maktab. Jadi ada kode, berapa banyak air zamzam yang dikirim dan siapa yang menerima. Melalui digital pendistribusiannya agar sampai di hotel-hotel jamaah haji," kata Hasan.
Menurut Hasan, jumlah 820 pegawai masih kurang. Sebelumnya, pabrik ini mempunyai 1.000 pegawai. Untungnya dengan menggunakan mesin, seluruh proses pengemasan hingga distribusi air zamzam bisa tertutupi.
"Proses ini bisa jadi dalam 1 jam mencapai 10 ribu botol air zamzam. Semua proses pengemasan air zamzam ke botol tidak ada sama sekali manual artinya dengan mesin," katanya.