Memilih institusi pendidikan yang tepat untuk anak tentu adalah impian semua orang tua. Berbagai langkah ditempuh demi menggali informasi serinci mungkin terkait sekolah yang diincar.
Bagi Anda yang hendak memasukkan anak ke jenjang sekolah menengah, tentu mengharapkan anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri. Pesantren, menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.
BACA JUGA: Wapres Ingatkan Pesantren Harus Ajarkan Ajaran Islam Moderat yang Sejuk
Namun, santer beredar kabar dari mulut ke mulut, 7 hal yang menunjukkan citra buruk pesantren. Apa sajakah itu?
1. Pesantren Itu Jorok
Hal ini tidak jarang terungkap oleh Sebagian masyarakat, bahkan sampai ada pameo “Belum santri kalau belum gudikan”. Gudikan, penyakit kulit yang menimbulkan gatal-gatal atau dalam bahasa medisnya disebut scabies seakan-akan menjadi penyakit langganan bagi santri di pondok pesantren. Hal ini mengindikasikan minimnya kualitas kebersihan di pondok tersebut.
Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, pesantren yang berlokasi di dekat pusat Kota Sukabumi, justru menjunjung tinggi nilai kebersihan dalam setiap aspeknya, baik kebersihan diri maupun lingkungan. Dalam pengawalan kesehatan dan kebersihan diri, santri dicek secara rutin dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Peraturan dan sistem pondok mengatur penggantian seprai, penjemuran kasur, hingga pengecekan barang-barang pribadi santri. Dalam pengawalan kebersihan dan kerapian asrama pun, Al Umanaa menggunakan sistem pengecekan berbasis IT yang hasil dan evaluasi penilaiannya dapat ditindaklanjuti setiap hari dan menjadi dasar pemberian apresiasi dan konsekuensi pekanan.
Bahkan, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, sehingga santri sudah terbiasa dalam hal pemilahan sampah.