ISRA Miraj menjadi peristiwa turunnya perintah menunaikan ibadah sholat bagi umat Islam. Dimulai dari perjalanan malam Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik menembus langit ketujuh hingga mencapai Sidratul Muntaha. Kemudian mendapat perintah sholat langsung dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Meski perintah sholat bagi umat Islam baru turun setelah peristiwa Isra Miraj, ternyata ibadah ini sudah ada jauh sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi Nabi.
BACA JUGA:20 Ucapan Selamat Isra Miraj 2023, Penuh Doa dan Kebaikan

Sebagaimana telah Okezone himpun, secara syariat sholat sudah dikenal sebelum peristiwa Isra Miraj. Hal tersebut tertuang dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Ad-Daruquthni, "Jibril datang kepada Rasul ketika menyampaikan wahyu pertama dan mengajarkan Rasul wudhu dan sholat."
Pernah ada seseorang yang bertanya kepada Ibunda Aisyah Radhiyallahu anha tentang sholat malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menjawab, "Pernahkah Anda membaca surat ini (Surat Al Muzammil)? Sesungguhnya Allah mewajibkan sholat malam seperti di awal surat ini."
BACA JUGA:Sejarah Rajab, Salah Satu Bulan Suci yang di Dalamnya Terjadi Isra Miraj
"Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya melaksanakan sholat malam selama setahun, sampai kaki mereka bengkak dan Allah tidak turunkan ayat-ayat akhir surat ini selama 12 bulan. Kemudian Allah menurunkan keringanan untuk sholat malam seperti disebutkan pada akhir surat ini, sehingga sholat malam hukumnya anjuran, setelah sebelumnya kewajiban." (HR An-Nasa'i)
Hadits lain juga menjelaskan, "Beribadahlah kepada Allah semata dan jangan menyekutukannya dengan sesuatu apa pun, tinggalkan apa yang menjadi ajaran nenek moyang kalian. Dia memerintahkan kami untuk sholat, zakat, bersikap jujur, menjaga kehormatan, dan menyambung silaturahmi." (HR Bukhari dan Muslim)
Maka, perintah terpenting yang diserukan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba-Nya adalah sholat. Sebagaimana beliau memerintahkan mereka untuk bersikap jujur, menjaga kehormatan, ajaran tersebut menjadi terkenal hingga tersebar ke berbagai pengikut agama selain Islam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun senantiasa melaksanakan sholat, sebelum sholat lima waktu diwajibkan. Hal tersebut termaktub dalam kitab "Fathul Bari Ibnu Rajab".
Sebagian ulama mengatakan kewajiban sholat pertama kali adalah 2 rakaat di waktu subuh dan 2 rakaat pada sore hari. Sedangkan puasa yang pertama kali diperintahkan adalah puasa 3 hari setiap bulan dan sholat 2 rakaat pada pagi hari dan 2 rakaat di waktu sore.
Ini menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat telah mengenal sholat sebelum peristiwa Isra Miraj. Meski begitu, tidak ada keterangan yang jelas mengenai tata cara sholat sebelum Isra Miraj.
Imam Ibnu Utsaimin berkata, "Yang kami tahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan sholat sebelum peristiwa Isra Miraj di pagi dan sore hari."
Sebagaimana diketahui, sebelum peristiwa Isra Miraj, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) untuk mengerjakan sholat. Sholat yang dikerjakan Nabi rupanya adalah sholat tahiyatul masjid dan jumlahnya 2 rakaat.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)