Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khotbah Idul Fitri 2023: Cara Meningkatkan Amal Ibadah Seusai Ramadhan

Hantoro , Jurnalis-Sabtu, 22 April 2023 |06:22 WIB
Khotbah Idul Fitri 2023: Cara Meningkatkan Amal Ibadah Seusai Ramadhan
Ilustrasi khotbah Idul Fitri 2023. (Foto: Okezone)
A
A
A

Allahu akbar… allahu akbar… laa ilaaha illallahu wallahu akbar, allahu akbar walillahil hamd…

Kaum muslimin yang berbahagia…,

Hampir dalam setiap agama memiliki hari besar yang mereka rayakan. Hari besar untuk pengagungan kepada apa yang mereka sembah, sekaligus untuk menunjukkan kegembiraan bagi masyarakat.

Orang nasrani, mereka merayakan hari besarnya untuk mengagungkan tuhannya.

Orang yahudi merayakan hari besarnya juga untuk mengagungkan tuhannya.

Usaha yang mereka lakukan, berujung pada dosa syirik yang akan mengantarkan mereka kekal di neraka.

Dan kita kaum muslimin, merayakan hari besar idul fitri dan idul adha, untuk mengagungkan Sang Pencipta alam semesta. Sekaligus menunjukkan kegembiraan seusai menunaikan ibadah kepada Allah. Sehingga, apa yang kita lakukan menjadi ibadah mulia yang menjanjikan pahala besar.

Hadhirin yang kami muliakan,

Kita bisa bandingkan, kegiatan yang dilakukan sama. Sama-sama berhari raya, sama-sama mengeluarkan modal. Akan tetapi ujung akhirnnya sangat jauh berbeda. Yang satu mengantarkan pelakunya kekal di neraka, dan yang satu mengiring pelakunya menuju kenikmatan surga.

Ini karena amal yang kita kerjakan adalah amal yang dilandasi dengan iman. Sehingga apa yang kita lakukan, tidak ada yang sia-sia, dan dinilai ibadah di sisi Allah.

Kita layak bersyukur kepada-Nya, atas petunjuk islam.

Jamaah, kaum muslimin rahimakumullah

Selama ramadhan, kita banyak dimudahkan untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Baik ibadah yang kita lakukan siang hari, berupa puasa maupun malam hari, seperti shalat tarawih.

Ada banyak harapan pahala dari amal yang kita lakukan. Hanya saja, tidak ada yang bisa memastikan, apakah amal kita diterima oleh Allah, ataukah tidak. Sementara Allah telah menegaskan, Dia hanya akan menerima amal yang dilandasi taqwa.

Allah berfirman,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Allah hanyalah menerima amal dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. al-Maidah: 27).

Kondisi inilah yang membuat sebagian ulama di masa silam merasa resah ketika idul fitri. Mereka resah, bukan karena tidak punya baju baru. Mereka resah, karena mereka tidak tahu, apakah amalnya selama ramadhan diterima oleh Allah ataukah tidak diterima.

Malik bin Dinar – seorang ulama tabi’in – pernah mengatakan,

الخَوفُ عَلَى العَمَلِ أَنْ لَا يَتَقَبَّلَ أَشَدُّ مِنَ العَمَلِ

“Perasaan takut amalnya tidak diterima, lebih berat dibandingkan amal itu sendiri.” (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 368).

Ada seorang ulama tabi’ tabi’in, Abdul Aziz bin Abi Rawad, beliau menceritakan kondisi para tabi’in di masa silam,

أَدْرَكْتُهُم يَـجْتَهِدُونَ فِي العَمَلِ الصَّالِـح فَإِذَا فَعَلُوهُ وَقَعَ عَلَيهِمُ الـهَمُّ أَيُقْبَلُ مِنهُمْ أَمْ لَا

Aku menjumpai para ulama, mereka bersungguh-sungguh dalam beramal soleh. Selesai beramal, timbul keresahan dari diri mereka, apakah amalnya diterima ataukah tidak. (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 369).

Kaum muslimin yang berbahagia,

Sebagai wujud rasa sayang kita, terhadap amal yang kita lakukan, perbanyak berdoa kepada Allah, agar Dia menerima amal kita.

Kebiasaan ini dilakukan para ulama sejak masa silam. Bahkan selama 6 bulan pasca-ramadhan, mereka banyak meminta kepada Allah agar amalnya diterima oleh Allah.

Mu’alla bin Al-Fadhl – seorang ulama tabi’ tabiin – menceritakan kondisi para sahabat,

كَانُوا يَدْعُونَ اللهَ تَعَالَى سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُم رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُونَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَ مِنهُمْ

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Karena itu, ketika saling bertemu, mari kita perbanyak berdoa, ‘Taqabbalallahu minna wa minkum.’ 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement