ARTI, makna dan sejarah Minal Aidin Wal Faizin termasuk salah satu ucapan yang selalu dilontarkan saat Lebaran tiba.
Kerap menjadi doa yang diucapkan saat halal bihalal, namun tak semua umat Muslim mengetahui artinya. Adapun berikut ini arti, makna dan sejarahnya yang tak banyak orang tahu.
-Arti Minal Aidin wal Faizin
Minal aidin wal faizin adalah potongan kata dari doa ja’alanallahu minal aidin wal faizin, yang berarti “semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang kembali dan orang-orang yang memperoleh kemenangan.”
-Makna Minal Aidin wal Faizin
Kalimat minal aidin wal faizin juga bermankan sebagai sebuah ungkapan dan doa kepada diri sendiri dan orang lain agar digolongkan menjadi orang-orang yang memperoleh kemenangan. Oleh sebab itu, ini bukanlah kalimat permohonan maaf.
-Sejarah Minal Aidin wal Faizin
Perlu diketahui, kewajiban puasa di bulan Ramadhan terjadi pada 624 Masehi atau tahun kedua hijriah. Kala itu bertepatan dengan selesainya perang Badar yang dimenangkan oleh kaum muslim.
dari kafir Quraisy. Pasalnya, Rasulullah hanya memiliki pasukan yang kecil dan jumlahnya kalah jauh dibandingkan dengan jumlah pasukan lawan.
Meski begitu, Allah memberikan bantuan yang berdampak kepada kemenangan yang diraih oleh Rasulullah. Ini tentu sebuah peristiwa yang membanggakan sekaligus menyenangkan.
Sebagai bentuk syukur atas kemenangan tersebut, muncullah kalimat minal aidin wal faizin. Nabi pernah bersabda,
“Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Daud)
Setelah kemenangan besar tersebut, kaum muslim pada hari raya Idul Fitri secara tidak langsung merayakan dua kemenangan besar. Yakni, kemenangan melawan kafir di perang Badar dan kemenangan melawan hawa nafsu yang telah usai ketika merayakan hari raya Idul Fitri.
Itulah arti, makna dan sejarah Minal Aidin Wal Faizin sesungguhnya. Wallahu a'lam bisshawab.
(RIN)
(Rani Hardjanti)