Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada 6.943 Jemaah Belum Melunasi Biaya Haji 1444 H, Begini Penjelasan Kemenag

Maruf El Rumi , Jurnalis-Jum'at, 12 Mei 2023 |20:51 WIB
Ada 6.943 Jemaah Belum Melunasi Biaya Haji 1444 H, Begini Penjelasan Kemenag
Ilustrasi/Foto: MCH
A
A
A

 

JAKARTA - Perpanjangan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H bagi jemaah reguler hari ini ditutup. Dari kuota jemaah haji reguler Indonesia tahun ini mencapai 203.320 orang, 196.377 jemaah haji reguler yang sudah melunasi. Artinya masih ada 6.943 jemaah belum melakukan pelunasan.

Keterangan itu disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. Menurut Hilman, 96,5% jemaah yang berhak melunasi Bipih sudah melakukan pelunasan setelah masa pelunasan diperpanjang sampai Jumat (12/5/2023).

 BACA JUGA:

"Data kami mencatat, ada 196.377 jemaah haji reguler yang sudah melunasi. Secara prosentase, angkanya sudah mencapai 96,5%," terang Hilman Latief di Jakarta, Jumat (12/5/2023).

Dengan data terbaru tersebut, berarti masih tersisa ada 6.943 jemaah yang belum melunasi. Dari sisi jumlah, angka tersebut tentu lebih baik dibandingkan data pada 5 mei 2023 di mana masih ada 14.356 calon jemaah haji regular yang belum melakukan pelunasan atau konfirmasi pelunasan.

 BACA JUGA:

Ditambah lagi, dalam tiga terakhir ada masalah perbankan yang cukup membuat Jemaah khawatir.

Terkait dengan Jemaah yang belum melunasi, Hilman mengatakan masih mencoba mencari formula terbaik. Apalagi dari awal, Kementerian Agama (Kemenag) mengharapkan agar kuota haji bisa diserap secara maksimal.

“Saat ini masih kita diskusikan, apakah akan diperpanjang lagi pelunasannya dengan daftar jemaah yang sama atau dibuka tahap kedua dengan kriteria yang baru. Ini akan segera kami informasikan kalau sudah diputuskan. Besar kemungkinan akan diperpanjang waktu pelunasannya," sambungnya.

Dijelaskan Hilman, dari sisa kuota yang ada, mencatat masih ada 176 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 253 Pembimbing KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) yang belum melunasi.

"Sejak 2016, pelunasan rata-rata dilakukan dalam dua tahap. Kecuali pada 2022, hanya satu tahap karena kuotanya hanya sekitar 100 ribu," sebut Hilman.

Bangka Belitung menempati posisi pertama terbanyak jemaah yang melunasi (96,5%). Dari 999 jemaah, sudah melunasi 963 orang. Diikuti Papua Barat 95,7% (679/650), Sulawesi Barat 95,3% (1.363/1.300), Maluku Utara 95% (1.013/963), dan Sulawesi Selatan 95% (6.826/6.495). Sedangkan Provinsi Jawa Barat, tercatat ada 32.724 jemaah yang melunasi (90% dari 36.361). Sebanyak 26.093 jemaah asal Jawa Tengah juga sudah melunasi (91,5% dari 28.494).

Di Jawa Timur, dari 33.035 jemaah, sudah melunasi 28.319 orang (85,7%). Sementara untuk Banten, ada 8.162 jemaah yang sudah melunasi (91,8% dari 8.884).

"Saya harap tidak ada lagi kendala teknis seperti errornya sistem perbankan. Akibat sistem error jemaah terkendala dalam pelunasan. Mereka resah, karena khawatir tidak bisa melunasi dan gagal berangkat apalagi sistemnya error cukup lama. Semestinya ada solusi taktis sehingga bisa mengatasi kedaruratan semacam ini," pungkasnya.

(Nanda Aria)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement