MADINAH - Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Zaenak Muttaqin meminta jemaah haji Indonesia jangan sampai tergiur iming-iming masuk raudhah dengan membayar sejumlah uang. Masuk raudhah gratis.
Sehingga jemaah haji Indonesia diminta bersabar menunggu proses input data pendaftaran tasreh selesai.
Pemberian tasreh yang menjadi salah satu syarat masuk raudhah tanpa aplikasi nusuk belum semuanya untuk jemaah. Baru beberapa kloter saja yang sudah mendapatkan tasreh. Imbasnya jemaah yang belum memiliki tasreh dan tidak bisa mendaftar secara mandiri belum bisa masuk raudhah.
Situasi ini membuat beberapa jemaah haji mendapat tawaran bantuan masuk raudhoh dengan imbalan sejumlah uang.
"Kami mengimbau kepada jemaah haji supaya tetap bersabar. Kita akan upayakan terus untuk mendapatkan tasreh. Jadi tidak usah tergiur kepada imbauan atau ajakan orang orang yang mungkin tidak bertanggung jawab," kata Zaenal kepada wartawan.
Menurut Zaenal, menerima tawaran bantuan masuk raudhah dengan imbalan uang bisa jadi nanti malah membahayakan jemaah itu sendiri." Belum tentu itu juga benar. Kita katakan itu ilegal. Yang legal adalah tasrih yang diurus pemerintah atau dalam hal ini melalui petugas haji Indonesia," tegas Zaenal.
PPIH juga terus melakukan input di ehajj-nya. Meski demikian, di awal sempat terkendala adanya batasan usia di bawah 65 tahun. "Tapi kita sudah berkirim surat ke pengelola aplikasi agar dibuka sehingga kemudian ketika jam 10 malam kita mendapati aplikasi itu sudah dibuka," kata dia.
PPIH akan terus mengupayakan dan mengupdate informasinya lebih lanjut.
Dia menyebut pemerintah akan terus berupaya maksimal agar semua tasrih jemaah haji bisa segera keluar. Jadi, sebelum meninggalkan Madinah jemaah gelombang pertama sudah masuk ke raudhah.
(Fakhrizal Fakhri )