MADINAH - Koordinator Bimbingan Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Madinah KH Ahmad Wazir mengatakan bahwa meski tidak masuk ke lokasi Raudah dan hanya dari luar, doa-doa jemaah haji sudah dipastikan maqbul.
Peningkatan jumlah jemaah haji yang datang ke Madinah membuat suasana di masjid Nabawi lebih padat. Dari bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis, Madinah, jemaah dari berbagai terlihat sudah mulai berdatangan. Selain dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, jemaah dari India, Pakistan, Iran, Afghanistan dan China juga sudah mendarat.
Mula membanjirnya jemaah haji pasti brrimbas pada kepasatan di Masjid Nabawi. Karena itu, Kyai Wazir meminta jemaah lansia tidak perlu memaksakan diri antri ke Raudhah.
“Dalam literatur hadits disebutkan, Al-hujjaju wa al-‘ummaro wafdullah; jemaah haji dan umrah mereka adalah tamu-tamu Allah,” kata pria yang juga merupakan Pengasuh Asrama Sunan Ampel Ponpes Mambaul Ma’arif, Denanyar Jombang.
Kiai Wazir melanjutkan, Idza sa’aluu u’tuu. Wa idza da’au ustujiba lahu. Wa idza anfaqu ukhlifa alaihi; jika mereka berdoa (pada Allah) akan dikabulkan. Dan apapun yang diinfakan selama haji/umrah, akan Allah ganti.
Menurutnya, bagi jemaah haji lansia tidak perlu ikut berdesak-desakan untuk ke Raudah. Sama seperti jemaah yang bisa masuk ke dalam Raudhah, doa-doa jemaah lansia mustajab.
Kyai Wazir sendiri mengatakan tidak memaksakan masuk raudhah dan cukup memberikan salam pada Nabi dari luar. "Kebetulan lutut saya kurang baik. Jadi saya ke sana dan berdoa dan mengirim salam pada Nabi dari luar," pungkasnya.
(Fakhrizal Fakhri )