MADINAH - Selain lansia, jamaah haji difabel juga menjadi salah satu fokus pelayanan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Mereka masuk dalam daftar jamaah haji yang mendapatkan perhatian dalam penyediaan fasilitas untuk memudahkan jamaah beribadah.
Fasilitas untuk difabel diberikan mulai dari embarkasi yang ramah lansia dan difabel, pendaratan di Bandara Madinah dan Jeddah, sampai tempat menginap. Saat pendaratan, jamaah berkebutuhan khusus tidak sekadar disediakan kursi roda, tapi juga mobil golf yang mengantar jamaah lansia dan berkubutuhan khusus menuju terminal bis. Semua fasilitas tersebut diberikan secara cuma cuma kepada jemaah haji.
"Kami meminta maskapai tidak ada kekurangan kursi roda saat mendarat untuk membantu jamaah lansia dan berkebutuan khusus," kata Kelapa Daker Madinah Haryanto.
Di tempat menginap, PPIH meminta pihak hotel di Madinah dan Makkah memberikan fasilitas ramah lansia dan disabilitas. Termasuk ketersediaan kursi roda di pemondokan serta bus sholawat yang mengangkut jamaah haji di Makkah sudah ramah lansia dan disabilitas.
"Beberapa fasilitas pendukung bagi jamaah lansia dan difabel juga sudah dicek kesiapannya, seperti kursi tambahan di bawah shower dan handrail (pegangan tangan) di kamar mandi. Bahkan di beberapa hotel disiapkan juga tombol dan lampu darurat untuk para disabilitas dan lansia," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Khalilurrahman.
PPIH juga melakukan kampanye prioritas untuk lansia dan disabilitas di hotel dengan memasang stiker di beberapa sudut tempat jamaah haji menginap. Namun, Kadaker Madinah Zaenal Muttaqin mengatakan, PPIH akan memberikan pelayanan yang sama antara difabel dan lansia.
"Sejauh ini yang memerlukan kebutuhan khusus lebih diutamakan, meski ada yang difabel dan lansia. Saat di lapangan teman-teman PPIH memberikan layanan yang sama antara difabel dengan lansia tidak membedakan,” ujarnya.
Ketua Embarkasi Aceh Kloter BTJ 08 Munzir, mengatakan dukungan dari rombongan sangat membantu pergerakan dan aktivitas dari jamaah lansia dan berkebutuhan khusus. "Kami ketua regu dan ketua rombongan sudah berkomitmen saling membantu, sehingga semua jemaah terlayani," kata Munzir, Jumat (2/6/2023).
Selain pelayanan dan bantuan secara fisik, PPIH memberikan dukungan dalam bentuk landasan agama untuk memastikan jemaah lansia dan berkebutuhan khusus yakin dengan ibadah yang dilakukan. Seperti tentang penggunakan skuter saat melakukan thawaf atau sai.
Konsultan Ibadah Haji PPIH yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang KH Ahmad Wazir Ali menegaskan melaksanakan tawaf dan sa'i menggunakan skuter ada landasan dalilnya.
"Ada dalilnya. Beliau (Nabi Muhammad SAW) pernah menjalankan tawaf dengan naik Unta dan menyalami Hajar Aswad dengan tongkatnya," ujar Kiai Wazir kepada wartawan yang tergabung dalam kepanitiaan PPIH Arab Saudi, Jumat (2/6/2023) di Madinah.
Dalil yang dimaksud Kiai Wazir adalah hadis dari Abu Thufail, Amir bin Watsilah radhiyallahu ‘anhu: " Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam thawaf di atas tunggangannya. Beliau menyentuh ruku hajar aswad dengan tongkatnya, lalu beliau menciium tongkat itu." (HR. Ahmad 23798, Abu Daud 1881, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Hadis lain berasal dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha yang waktu itu mengalami sakit ketika haji. Kemudian beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya,“Lakukanlah thawaf di belakang jamaah sambil naik tunggangan.” (HR. Ahmad 26485, Bukhari 464, dan Muslim 3137).
Pemanfaatan teknologi untuk ibadah tawaf dan sa'i ini juga diamini oleh Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid. "Jamaah haji Indonesia yang membutuhkan skuter dan atau kursi roda, bisa memanfaatkan layanan sewa yang ada di Masjidil Haram," terang Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H, Subhan Cholid, di Makkah, Kamis (1/6/2023).
(Erha Aprili Ramadhoni)