Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Keutamaan Meninggal di Makkah dan Madinah?

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2023 |18:06 WIB
Apa Keutamaan Meninggal di Makkah dan Madinah?
Ilustrasi keutamaan meninggal di Makkah dan Madinah. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

APA keutamaan meninggal di Makkah dan Madinah? Diketahui bahwa sebagian besar jamaah haji menginginkan wafat saat sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Mereka percaya ketika wafat di sana akan mendapat kemuliaan.

Salah satu hadits Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam mengatakan tentang keutamaan meninggal di Makkah dan Madinah.

Ilustrasi keutamaan meninggal di Makkah dan Madinah. (Foto: Okezone)

مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

"Barang siapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah di sana. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi orang yang mati di sana." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Namun yang dimaksud meninggal tersebut bukan dalam kesengajaan, melainkan karena faktor sakit atau memang sudah takdir dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

أمر بالموت بها وليس ذلك من استطاعته ، بل هو إلى الله تعالى ، لكنه أمر بلزومها والإقامة بها بحيث لا يفارقها

"Perintah agar meninggal di Madinah bukanlah dengan usahanya sendiri, tetapi kembali kepada Allah (sesuai dengan takdir Allah). Hendaknya ia tetap bertahan tinggal di Madinah dan berusaha tidak meninggalkannya." (Tuhfatul Ahwadzi 10/286) 

Selain itu, para ulama membolehkan berdoa supaya diwafatkan di Tanah Suci, meski tidak ada hadits atau ayat Alquran yang menyatakan itu.

"Tidak ada dalilnya. Tapi beberapa ulama bercita-cita seperti itu. Misal, berwasiat ingin meninggal di sana, boleh," kata dai muda Ustadz Fauzan Amin saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun berwasiat jika meninggal di sana (Tanah Suci) maka ingin dikuburkan di tempat beliau wafat. Makam Rasulullah pun berada di rumahnya di area Masjid Nabawi.

Orang yang meninggal dalam keadaan beribadah melaksanakan Rukun Islam yang kelima yakni berhaji, kata Ustadz Fauzan, jaminannya adalah syahid.

Meninggal di tempat mustajab artinya akan didoakan oleh seluruh orang shalih yang berada di Tanah Suci. Bukan hanya jamaah haji yang meninggal, tapi seluruh masyarakat di sekitar Makkah dan Madinah.

"Ibadah haji itu kesempatan baik. Minta pertolongan Allah. Kalau kita mati di sana jaminannya syahid. Tapi hanya Allah yang lebih tahu," katanya, " Dan hampir setiap waktu ada sholat ghaib."

لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا

"Tidaklah seseorang sabar terhadap kesusahannya (Madinah) kemudian dia mati, kecuali aku akan memberikan syafaat kepadanya, atau menjadi saksi baginya pada hari kiamat. Jika dia seorang muslim." (HR Muslim)

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement