Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Wajib Waspada! Ini Modus Kejahatan di Makkah

Maruf El Rumi , Jurnalis-Rabu, 14 Juni 2023 |13:09 WIB
Jamaah Haji Wajib Waspada! Ini Modus Kejahatan di Makkah
Jamaah Haji di Masjidil Haram (Foto: MCH 2023)
A
A
A

MAKKAH - Berada di sekitar area Masjidil Haram, Makkah jamaah haji tetap harus waspada terhadap kemungkinan aksi kejahatan yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab.

Mereka adalah orang orang yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan dari jamaah Indonesia, mulai dari modus kursi roda, potong rambut sampai pura pura memberikan bantuan tapi kemudian melakukan penodongan.

Seperti disampaikan petugas perlindungan jamaah (Linjam) Abdullah Faishol. Dia menceritakan dua aksi tipu-tipu yang pura pura menawarkan bantuan jasa motong rambut untuk tahalul. Tapi setelah itu mereka merengek-rengek minta uang, kadang-kadang dengan cara memaksa.

"Jika tidak memberi terus saja dikuntit sampai keluar duit. Kadang-kadang mereka minta 100 riyal, ada minta uang Jokowi (Rp100 ribu.). Petugas di pintu Marwah sudah paham, hanya jamaahnya ketemu orang Arab merasa senang," kata Faishol kepada Media Center Haji (MCH).

Selain jasa potong rambut tahalul, ada pula modus pendorongan kursi roda ilegal. Dikataan Faishol, petugas sektor khusus di pos terminal Syib Amir, cukup hati-hati dengan petugas kursi dorong. Mereka yang mau mendorong lansia dari jamaah haji Indonesia diberikan kartu berupa nomor sampai kembali ke tempat dan menyerahkan kartu untuk ditukar dengan uang sebagai pengganti ongkos.

Untuk sekarang ongkos kursi roda (arabah) dari terminal Syib Amir, tawaf, Sa'i dan kembali ke terminal Syib Amir ongkosnya 250 riyal. Mereka yang diberi kartu dan angkut lansia diseleksi petugas di pos yaitu yang pakai rompi resmi, karena jika tidak pakai rompi resmi, sering ditangkap polisi dan digantikan dengan yang resmi. Karena pendorong ilegal kadang tidak mengurus dan menangani dengan baik.

Tapi, sejak Senin (12/6) pendorong ilegal ini mengelabuhi petugas di pos terminal dengan memakai baju resmi (berupa rompi) warna abu-abu dan pakai tasreh (semacam izin resmi) untuk mendapatkan nomor agar bisa menangkat, namun di tengah jalan dilempar ke temannya, tinggal jubah putih atau hitam.

"Karena kalau masuk pakai rompi resmi akan ketahuan yang menggunakan baju resmi, karena ini ada komunitasnya. Ketika masuk, beroperasi di dalam baik di ruang tawaf mau sa'i, kadang-kadang selamat dan kadang ditangkap," tegasnya.

Cerita lain dialami salah satu jamaah berinisial AS. Dia ditodong menggunakan sajam dan meminta tas pinggang yang di dalamnya berisi uang dan paspor oleh orang yang pura pura menawarkan bantuan. Korbannya bernama AS. Saat dia keluar dari Masjidil Haram dan mengikuti rombongan yang bukan kelompoknya. Menjelang sampai bus, AS baru sadar rombongan yang diikuti bukan rombongannya.

Dalam kondisi bingung, seseorang menawari tumpangan dengan pura-pura akan diantarkan ke hotel. Di tempat yang tidak diketahui, orang yang tadinya menawarkan pertolongan, memaksa menyerahkan tas pinggang milik korban. Di dalam tas itu berisi handphone, uang Rp6,6 juta, STNK, KTP, dan 1,250 riyal.

Menanggapi serangkaian aksi tipu tipu dan kejahatan terhadap jamaah, Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Harun Ar Rasyid mengatakan, telah mengidentifikasi modus pelaku kejahatan. Hasil identifikasi itu dijadikan bahan sosialisasi kepada jamaah baik sebelum berangkat maupun ketika tiba di Tanah Cuci.

“Petugas sudah mensosialisasikan apa saja yang harus dihindari,” katanya.

Salah salah satu modus operandi pelaku kejahatan adalah mengincar jamaah yang lepas dari rombongan, lansia, dan seperti tidak tahu arah jalan pulang. Pelaku kemudian mendekat pura-pura menolong dengan mengantar pulang.

“Kemudian melakukan perbuatan yang tidak semestinya,” jelasnya.

Karena itu, lannjut Harun, jamaah sudah diwanti-wanti sejak awal agar berangkat dan pulang dari Masjidil Haram menggunakan bus shalawat. Termasuk menghindari menggunakan taksi atau mobil sewa, kecuali jika mendesak. Selain itu, ketua rombongan dan jamaah lain agar lebih care terhadap jamaah lansia ketika pergi ke Masjidil Haram sehingga tidak sampai terpisah dari rombongan.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement