Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Haji 2023, Ini 3 Penyakit Tertinggi Penyebab Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci

Maruf El Rumi , Jurnalis-Jum'at, 16 Juni 2023 |14:26 WIB
Haji 2023, Ini 3 Penyakit Tertinggi Penyebab Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci
Jamaah Haji Indonesia (Foto: Kemenag)
A
A
A

JEDDAH - Sampai hari ke-24 pelayanan jamaah haji di Arab Saudi, tercatat 67 dhuyufurrahman wafat di Tanah Suci.

Jumlah tersebut tersebar di tiga wilayah, Madinah, Jeddah dan Makkah. Dengan rincian, 36 jamaah meninggal di Makkah, 28 wafat di Madinah dan 3 lainnya di Jeddah.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan dalam Penyelenggaran Kesehatan Haji di Arab Saudi disebutkan ada tiga jenis penyakit penyebab jamaah haji meninggal.

Pertama adalah infark miokard akut, syok kardiogenik dan stroke. Berdasarkan data terakhir mereka saat jumlah meninggal masih 66 jamaah, ada 20 kasus meninggal karena infark miokard akut, 16 syok kardiogenik dan 5 stroke.

Infark miokard akut adalah penyakit jantung yang disebabkan karena sumbatan pada arteri koroner. Sumbatan akut terjadi oleh karena adanya aterosklerotik pada dinding arteri koroner sehingga menyumbat aliran darah ke jaringan otot jantung.

Penyakit ini biasanya diawali dengan gejala Nyeri dada, perut, punggung, atau lambung yang tidak khas. Mual atau pusing. Sesak napas dan kesulitan bernapas. Kecemasan, kelemahan, atau kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, termasuk Palpitasi, kringat dingin, pucat.

Sedangkan syok kardiogenik adalah kelainan jantung primer yang menyebabkan kelainan fungsi jaringan yang tidak cukup untuk mendistribusi bahan makanan dan mengambil sisa metabolisme.

Syok kardiogenik adalah syok yang disebabkan oleh ketidakadekuatan perfusi jaringan akibat dari kerusakan fungsi ventrikel. Syok kardiogenik adalah ketidakmampuan jantung mengalirkan cukup darah ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, akibat dari gangguan fungsi pompa jantung.

Sementara stroke merupakan gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah.

Tim Medis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Aditya menjelaskan, syok kardiogenik merupakan salah satu fase akhir dari serangan jantung yang ditandai dengan kurangnya perfusi atau aliran darah ke organ tubuh akibat menurunnya curah jantung.

Aditya menambahkan, faktor risiko tersebut antara lain penyumbatan pembuluh darah jantung, hipertensi yang tidak terkontrol, infeksi, dan perburukan dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sebelumnya hingga stres emosional.

"Syok kardiogenik tidak terjadi dengan serta merta, ada beberapa faktor pemicu, terutama pada jamaah haji dengan risiko tinggi," katanya.

Aditya menyarankan jamaah haji tidak memaksakan diri melaksanakan salat dan umrah di Masjidil Haram. Salat lima waktu dapat dilakukan di musala hotel seperti anjuran dari pembibing ibadah haji.

Menurut Aditya, aktivitas fisik berat, dapat mengakibatkan kelelahan dan memicu kekambuhan dan komplikasi dari penyakit kronis, seperti penyakit jantung.

"Jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit kronis agar menahan diri dari aktivitas ibadah yang berat di luar ruangan, seperti umrah sunnah dan salat di Masjidil Haram," ujanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement