JEDDAH - Petugas Penyelenggaara Ibadah Haji (PPIH) masih berusaha agar kloter jemaah haji kuota tambahan bisa mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Sejak pertama kedatangan, jamaah kuota tambahan harus mendarat di Bandara Amir Mohammed bin Abdulaziz Madinah, karena kapasitas bandara Jeddah yang sudah penuh.
Sampai Sabtu (17/6/2023) malam, sudah ada 1.089 jemaah haji kuota tambahan mendarat di Bandara AMAA, Madinah. Mereka yang sudah mendarat berasal dari Kloter 21 Embarkasi Balikpapan (BPN) dengan 277 jamaah, kloter 65 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) membawa 186 jamaah, Kloter 18 Embarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 242 jamaah dan kloter 34 Embarkasi Makassar (UPG), 388 jamaah.
BACA JUGA:
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Arab Saudi, Haryanto mengatakan, pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) masih melakukan lobi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi agar jemaah haji kuota tambahan ini bisa mendarat di Jeddah seperti jemaah gelombang dua lainnya. "Diupayakan supaya bisa melalui Jeddah," ujar Haryanto di Jeddah, Sabtu (17/6/2023) malam.
Diakui Haryanto, pendaratan di Madinah memunculkan biaya tambahan yang harus ditanggung penyeleggara. Mulai dari akomodasi, katering sampai transportasi. "Betul sekali (biaya membengkak), itu yang menjadi salah satu pertimbangan kami. Karena yang tadinya (tiba) di Jeddah langsung Makkah, ini mendarat di Madinah maka kita harus sewa hotel, kemudian konsumsi, dan transportasi dari Madinah ke Makkah," ucap Haryanto.
BACA JUGA:
Namun sampai saat ini belum ada titik terang terkait kapan jamaah haji kuota tambahan mendarat di Jeddah. "Saat ini lalu lintas kedatangan jemaah haji di Bandara Jeddah sangat padat, bukan hanya dari Indonesia, tapi juga negara-negara lain di seluruh dunia," tambah Haryanto.
Alasan lain, mendarat di Madinah memudahkan mobilitas jamaah juga menjadi mudah di Jeddah. Karena, saat mendarat, jamaah langsung bisa melanjutkan perjalanan ke Makkah. Sedangkan jika harus mendarat di Madinah, jamaah harus transit dan bermalam di sana baru keesokan harinya melanjutkan perjalanan ke Makkah dengan mengambil miqot di Bir Ali. Sehingga dari sisi waktu juga tidak efektif.
Sekretaris Daerah Kerja Ad Hoc Bandara, Suparno memastikan, hingga hari ketiga kedatangan jemaah haji kuota tambahan tidak ditemui kendala yang signifikan. Proses pemeriksaan dokumen keimigrasian juga berjalan mulus. "Alhamdulillah tidak ada hambatan berarti. Sejauh ini tidak ada hal-hal menonjol seperti paspor ketinggalan atau tertukar," kata Suparno di Bandara AMMA Madinah, Sabtu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)