JEDDAH - Dalam satu pekan terakhir, ada tiga kasus tas jamaah haji tertinggal di plaza Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Isinya beragam, mulai dari celana, buku manasik, seragam haji, cincin, jam tangan sampai uang bernilai jutaan rupiah dan ratusan riyal.
Biasanya, tas tersebut baru ditemukan setelah jamaah sudah berada di atas bus dan telah bergerak ke Makkah dari Jeddah.
Seperti yang pada hari Sabtu (17/6). Tas jamaah haji dari Kloter 9 embarkasi (LOP-9) yang tertinggal saat dibawa ke salah satu rumah sakit di Jeddah.
Tas tersebut berisi uang jika ditotal berjumlah sekitar Rp6 juta, tasbih jam tangan merk terkenal, serta dua buah cincin.
Atau kejadian pada Senin, 12 Juni 2023. Tas salah satu jamaah dari kloter 10 embarkasi Bandung Kertajati (BDJ 10) Umar Hamzah tertinggal di plasa bandara King Abdulaziz, Jeddah. tas tersebut berisi uang sekitar Rp7 juta serta obat-batan, sandal,, celana panjang dan buku manasik haji. Karena jamaah sudah bergerak ke Makkah, tas tersebut kemudian dia dititipkan ke bus Abu Syarhad untuk dibawa ke Makkah.
Sebelumnya ada juga tas jamaah yang tertinggal di plaza. Jumlahnya lebih besar lagi, di atas Rp9 juta, serta uang sebesar 230 riyal. Tas tersebut berasal dari salah satu penumpang dari kloter 55 embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 55).
"Kasus seperti ini memang beberapa kali terjadi, karena kepadatan dan kondisi yang ramai saat jamaah transit di plaza bandara," kata Kasie Linjam Daker Bandara Maskat.
Dalam kasus tas jamaah tertinggal, Maskat mengatakan, pihaknya telah memiliki standar pengembalian barang. Biasanya, lanjut Maskat, untuk tas yang tertinggal dan jamaah sudah bergerak ke Makkah, akan dititipkan ke jamaah kloter berikutnya yang menempati hotel sama atau di area yang tidak terlalu jauh.
Sebelumnya, pihak Linjam akan membuat berita acara atau laporan untuk disampaikan ke pimpinan daker.
"Prosedurnya kami menunggu sampai ada kloter dengan tempat menginap tidak terlalu jauh dari jamaah yang ketinggal tas. Setelah itu, akan kami sampaikan ke ketua kloter atau kasektor terdekat untuk pengambilan barang," tambah Maskat.
Cara ini juga dilakukan untuk koper kabin yang tertinggal di Bandara. Karena, koper kabin biasanya berangkat dan turun bersama penumpang, sehingga jika bisa yang mengangkut jamaah sudah berangkat ke Makkah akan dititipkan di bus selanjutnya dengan tujuan terdekat.
"Tapi jamaah yang tertinggal, akan kami titipkan di rombongan berikutnya, meski tempatnya berjauhan, agar jamaah bisa segera bergabung dengan kelompoknya," tandas Maskat.
Pendaratan jemaah haji di Jeddah memiliki dua jalur, yaitu fast track dan biasa. Jalur fast track tidak akan transit di plaza bandara karena mereka langsung bergerak menuju Makkah menggunakan bus. Sedangkan jalur biasa harus transit di plaza sebelum melanjutkan perjalanan. Potensi barang tertinggal terjadi di plaza karena jamaah biasanya melakukan aktivitas lain saat menunggu waktu masuk bus.
(Dani Jumadil Akhir)