JEDDAH - Penyakit jantung masih menjadi penyebab tertinggi jamaah haji meninggal di Arab Saudi.
Hingga hari ke 25 penyelenggaraan ibadah haji, terdapat 42 dari 78 jamaah haji meninggal di Arab Saudi disebabkan penyakit jantung.
Presentase itu mungkin tidak berbeda hingga hari ini, Minggu (18/6) pukul 12.00 WAS saat jumlah jamaah haji meninggal mencapai 81 orang.
"Banyak jamaah haji sakit yang dirujuk di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi, dengan keluhan serangan jantung, mayoritas sebelumnya menjalani aktifitas fisik yang berat seperti umrah. Pasien mengalami serangan jantung pasca melakukan tawaf atau sai,” kata Penanggung Jawab Medis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dr Muhaimin Munizu di Makkah, Sabtu (17/6/2023).
Dijelaskan Muhaimin, penyakit jantung dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti usia dan penyakit komorbit. Usia di atas 45 tahun pada laki-laki dan di atas 55 tahun pada wanita berisiko terkena penyakit jantung.
Sedangkan untuk faktor risiko kedua adalah penyakit komorbit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kolesterol yang dapat menimbulkan risiko terkena penyakit jantung.
Ditambah jamaah haji yang sudah dalam terapi penyakit jantung koroner atau dengan gagal jantung.
"Selain faktor risiko, jamaah haji perlu mewaspadai faktor pencetus terjadinya gangguan akut pada jantung atau lebih dikenal dengan serangan jantung seperti aktifitas fisik yang melampaui kemampuan hingga menimbulkan kelelahan, istirahat yang kurang, dan ditambah dengan cuaca ekstrim," tambah Muhaimin.
Jamaah haji perlu mewaspadai tanda-tanda serangan jantung seperti tiba-tiba merasa nyeri hebat di dada sebelah kiri, sesak nafas, kelelahan ekstrim, keringat dingin dan nyeri ulu hati. Jika mengalami tanda-tanda seperti ini, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan terdekat, yaitu tenaga Kesehatan Haji yang ada di Kloter (TKH).
Selanjutnya TKH diharapkan juga bisa lebih cepat melakukan skrining dengan pemeriksaan EKG. Alat rekam jantung /EKG sudah disediakan di setiap pos kesehatan sektor, sehingga deteksi dini penyakit jantung dapat lebih mudah dilakukan.
Muhaimin menegaskan bahwa deteksi dini kejadian gangguan jantung akut atau serangan jantung sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi dari serangan jantung.
(Dani Jumadil Akhir)