Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Angkut Jamaah Haji Asing, Sopir Bus Sholawat Dipulangkan

Maruf El Rumi , Jurnalis-Senin, 19 Juni 2023 |01:14 WIB
Sering Angkut Jamaah Haji Asing, Sopir Bus Sholawat Dipulangkan
Bus Sholawat. (MCH)
A
A
A

MAKKAH - Tindakan tegas diambil Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terhadap sopir bus sholawat yang membuat jamaah haji tidak nyaman dengan pelayanan yang diberikan. Beberapa sopir dipulangkan ke perusahaan karena terbukti mengangkut jemaah haji negara lain.

" Ada keluhan dari jamaah yang tidak nyaman karena sopir mengangkut jamaah negara lain sehingga merasa tidak nyaman. Kita punya bukti foto-fotonya. Keluhan itu kami tindaklanjuti dengan proses BAP," kata Kepala Seksi Transportasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Asep Subhana, Minggu (18/6/2023).

Asep mengatakan, secara fisik jamaah Indonesia lebih kecil dan ada lansia yang jika harus beradu dengan jamaah negara lain sudah pasti kalah. Pihak Daker Makkah sudah memberikan peringatan kepada supir yang melakukan tindakan tersebu.

Tapi, sopir bus sholawat khusus jemaah haji Indonesia itu masih menaikkan jemaah asing. Semakin lama, jemaah asing yang diangkut semakin banyak. Sehingga, PPIH Daker Makkah melayangkan teguran keras kepada perusahaan penyedia bus tersebut.

PPIH juga sudah tidak mau menggunakan jasa oknum sopir tersebut lagi karena tidak amanah. " Ada bukti foto dan cukup banyak jamaah Turki diangkut di bus tersebut, sehingga kami ambil tindakan tegas, kami kembalikan sopirnya ke perusahaan bus, silakan untuk melayani jamaah lain, tapi untuk jamaah Indonesia sopir tersebut kita tidak mau menggunakannya lagi," tuturnya.

Kondisi ini berbeda untuk bus sholawat yang melintasi rute Jamarat - Mahbas Jin - Bab Ali yang bebas digunakan jemaah dari seluruh dunia. Jalur tersebut, lanjut Asep, menjadi rute internasional yang dikelola langsung otoritas Arab Saudi.

Setiap negara tidak bisa mengelola secara mandiri bus di rute tersebut. "Seluruh negara boleh menggunakan bus yang melewati jalur terebut. Memang jadi kendala bagi jemaah haji Indonesia yang badannya kecil, banyak lansianya, sehingga sangat tengganggu utamanya dalam naik bus di Bab Ali," ujarnya.

Sehingga, khusus rute Jamarat - Mahbas Jin - Bab Ali, jamah agar menghindari waktu-waktu padat saat hendak ke Masjidil Haram, jamaah bisa berangkat dua jam lebih awal sebelum waktu sholat.

"Begitu juga ketika pulang ke hotel, jamaah diimbau beritikaf dulu di masjid dan baru pulang setelah kepadatan jamaah berangsur turun," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement