Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panduan Memilih dan Menghargai Guru Menurut Islam

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 23 April 2024 |10:41 WIB
Panduan Memilih dan Menghargai Guru Menurut Islam
Ilustrasi panduan memilih dan menghargai guru menurut syariat Islam. (Foto: Istimewa/Sindonews)
A
A
A

Di dalam kitab Tafsir Ruh Al-Bayan fii Tafsir Al-Qur'an karya Isma'il Haqqi Al-Hanafi (wafat 1715 M):

مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَّيْطَانُ

Artinya: "Barang siapa yang tidak mempunyai guru, maka gurunya adalah setan." (Tafsir Ruh Al Bayan, 5/264)

Imam Asy-Syafi'i berkata: "Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang tinggi ilmunya akan banyak terdiam. Maka ketika engkau menyampaikan kebenaran, engkau akan menerima dua reaksi, yaitu orang yang cerdas akan merenung sedangkan orang yang bodoh akan tersinggung."

Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ ۚ ﴿الأنبياء : ۱﴾

Artinya: "Telah semakin dekat bagi manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)." (QS Al Anbiya': 1)

Hadanallahu waiyyakum ajma'in.

Oleh:

Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi 

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement