Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Ali bin Abi Thalib Berikan Tebak-tebak Ayat Alquran

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 09 September 2025 |11:45 WIB
Kisah Ali bin Abi Thalib Berikan Tebak-tebak Ayat Alquran
Kisah Ali bin Abi Thalib Berikan Tebak-tebak Ayat Alquran (Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Ali bin Abi Thalib merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW. Ia dikenal sebagai sosok pemberani di medan perang. 

Ada sejumlah kisah menarik Ali bin Abi Thalib semasa hidupnya. Salah satunya adalah kisah saat ia memberikan tebak-tebakan ayat Alquran kepada umat Islam yang tengah berkerumun. 

1. Kisah Tebak-Tebak Ali bin Abi Thalib

Bagaimana kisahnya? Berikut ceritanya sebagaimana melansir laman NU, Selasa (9/9/2025): 

Jadi, dikisahkan pada suatu hari Ali datang kepada kaum Muslimin yang sedang berkerumun. Lantas setibanya di hadapan mereka, ia bertanya: اَيُّ اٰيَةٍ فِى كِتَابِ اللّٰهِ اَرْجَى عِنْدَ كُمْ؟

Artinya: “Apa ayat Alquran yang paling memberikan harapan bagi kalian?” 

Maksud umum dari pertanyaan ini adalah apa ayat yang mampu memberikan harapan, ketenangan dan kebahagiaan. Itu karena ayat tersebut menjelaskan cara supaya amal ibadah kita diterima, dosa terampuni dan mengakibatkan Allah menyayangi kita. Sebagian kaum Muslimin menjawab, mereka membacakan Surat An-Nisa ayat 48:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ  

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” Mendengar jawaban itu, Ali menjawab, “Benar. Tapi bukan hanya itu.” Maksudnya adalah apa yang dibacakan oleh sebagian kaum muslimin tersebut, sudah benar. Akan tetapi bukan ayat itu yang dimaksud. 
Selanjutnya, kaum Muslimin yang lain mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan Sayyidina Ali, dengan membacakan Surat An-Nisa ayat 110:

 وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا 

Artinya: “Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Mendengar hal tersebut, Sayyidina Ali menanggapi dengan jawaban sebelumnya, “Benar. Tapi bukan hanya itu.”.

Kaum Muslimin yang lain juga mencoba menyampaikan jawaban yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini mereka membacakan Surat Az-Zumar ayat 53: 

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ 

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.’” 

Dengan reaksi yang sama, Ali tetap menanggapi jawaban tersebut dengan mengatakan, “Jawaban kalian benar. Tapi bukan itu yang dimaksud.”

Singkat cerita, kaum Muslimin diam dan menahan diri untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut. Melihat mereka diam, Sayyidina Ali bertanya lagi, “Apa yang sedang kalian pikirkan?” Mereka menjawab, “Tidak ada.” 

Sebetulnya tebak-tebakan Sayyidina Ali ini bertujuan menggairahkan dan memancing keingintahuan dari kaum Muslimin. Ini agar mereka memusatkan perhatian dan mendengarkan apa yang akan ia sampaikan. 

Setelah dirasa cukup memperhatikan, Sayyidina Ali berkata:

 سَمِعْتُ حَبِيْبِيْ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ: اَرْجَى اٰيَةٍ فِى كِتَابِ اللّٰهِ هِيَ قَوْلُ الْحَقِّ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى: وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ 

Artinya: “Aku mendengar kekasihku, Rasulullah SAW, bersabda, ‘Ayat yang paling memberikan harapan di dalam Alqur’an adalah firman Allah SWT: “Dirikanlah shplat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat Allah.”’” (QS. Hud [11]:114) 

Setelah membacakan surat yang dimaksud, Sayyidina Ali melanjutkan apa yang disampaikan Nabi. Nabi bersabda: “Wahai Ali, jika salah seorang dari kalian bangun dan selesai dari wudhunya, maka akan berjatuhan semua dosanya. Apabila ia menghadap ke hadirat Allah dengan wajah (penuh perhatian) dan hati (perasaan) serta tidak terdistraksi, maka telah diampuni oleh Allah SWT segala dosa yang ia miliki, sehingga seakan-akan ia baru lahir dari rahim ibunya. Namun, Apabila ia melakukan dosa di antara dua sholat maka dosa itu (hanya dicatat) baginya (di waktu tersebut).” 

Sebelum melanjutkan sabda Nabi, Sayyidina Ali menyela dengan berkata, “Maksud dari di antara dua sholat itu adalah: Antara sholat Subuh dengan Zhuhur, antara sholat Zhuhur dengan Ashar, antara sholat Ashar dengan Magrib, antara sholat Magib dengan Isya, dan antara sholat Isya dengan Subuh. 

Selanjutnya, Ali melanjutkan, Nabi Muhammad bersabda, “Wahai Ali, sesungguhnya sholat lima waktu (Subuh, Zhuhur, Asar, Magrib dan Isya) bagi umatku bagaikan sungai yang mengalir di pintu rumah setiap orang di antara kalian, atau sekiranya pada tubuh salah seorang di antara kalian ada kotoran, lalu ia membasuhnya di lautan. Apakah akan tersisa kotoran tersebut di badannya? Sungguh sholat ini diperuntukkan bagi umatku,” (Lihat Qashashush Shahabah wash Shalihin karya Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi [Kairo: al-Maktabah at-Taufiqiyah, tt.], hlm. 341-343). 

2. Hikmah Kisah Tersebut

Dari kisah tebak-tebakan Sayyidina Ali bersama Kaum Muslimin, dapat diambil hikmah bahwa ibadah sholat merupakan ketetapan syariat yang sangat membahagiakan, sebab kaya akan manfaat. Salah satunya adalah dapat menghapus dosa.

Selain itu, sholat berlaku seumur hidup, dimulai ketika baligh sampai meninggal dunia. Hal inilah yang membuatnya istimewa di antara ibadah yang lain. 
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement