JAKARTA - Salat Iduladha menjadi ibadah yang mengawali rangkaian Hari Raya Iduladha yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Berbeda dengan salat lima waktu, salat Iduladha memiliki tata cara tersendiri yang khas, terutama pada jumlah takbir dan bacaan di sela-selanya.
Salat Iduladha hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah, yang kemudian diikuti dengan penyampaian khotbah oleh khatib.
Berikut adalah panduan lengkap tata cara salat Iduladha beserta lafaz niat dan bacaannya.
Niat dilaksanakan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bagi Anda yang bertindak sebagai makmum, berikut adalah lafaz niatnya:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li ‘Idil Adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Iduladha dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta’ala."
Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan untuk melakukan takbir tambahan (takbir zawaid) sebanyak 7 kali. Di antara setiap takbir tersebut, bacalah kalimat tasbih berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Setelah takbir ketujuh, membaca surah Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surah Al-A'la. Gerakan selanjutnya seperti ruku, iktidal, dan sujud dilakukan seperti salat biasa hingga berdiri kembali.
Pada rakaat kedua, setelah berdiri dari sujud (takbir intiqal), dilakukan takbir tambahan lagi sebanyak 5 kali. Di sela-sela kelima takbir ini, jemaah kembali membaca kalimat tasbih yang sama:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Setelah takbir kelima, membaca surah Al-Fatihah dan dianjurkan dilanjutkan dengan surah Al-Ghasyiyah. Salat kemudian diselesaikan seperti biasa hingga gerakan salam.
Jemaah diimbau untuk tidak terburu-buru pulang setelah salam dan menyelesaikan salat. Pasalnya, mendengarkan khotbah Iduladha merupakan bagian kesempurnaan rangkaian ibadah hari raya. Khotbah ini berfungsi sebagai pengingat tentang makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sekaligus pesan kepedulian sosial melalui ibadah kurban yang akan dilaksanakan setelah salat.
(Rahman Asmardika)