Artinya, setiap orang yang memahami perintah Allah seharusnya menjaga kejujuran dalam ucapan, keikhlasan dalam perbuatan, dan kebersihan dalam keadaan batinnya. Beliau juga menjelaskan bahwa orang yang menjaga kejujuran dalam ucapan, ikhlas dalam amal, dan bersih dalam keadaan hatinya akan termasuk golongan orang-orang baik, dan akan sampai kepada ridha Allah Yang Maha Pengampun.
Karena itu, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصَّادِقِيْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah: 119).
Ayat ini mengajarkan bahwa kejujuran bukan hanya sifat pribadi, tetapi juga lingkungan hidup. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk jujur, tetapi juga memerintahkan kita untuk bersama orang-orang yang jujur.
Sebab lingkungan sangat mempengaruhi hati kita. Jika kita berkumpul dengan orang-orang yang jujur, kita akan malu untuk berdusta. Tetapi jika kita terbiasa berada di tengah lingkungan yang menganggap dusta sebagai hal biasa, lama-lama hati kita bisa ikut rusak.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Kejujuran itu luas. Jujur bukan hanya tidak berbohong ketika berbicara. Jujur juga berarti amanah dalam pekerjaan. Jujur berarti tidak memanipulasi laporan. Jujur berarti tidak mengurangi timbangan. Jujur berarti tidak membuat janji palsu. Jujur berarti berani mengakui kesalahan. Jujur berarti tidak menipu pasangan, keluarga, murid, jamaah, atasan, bawahan, atau masyarakat.
Seorang pedagang disebut jujur bukan hanya ketika mulutnya berkata benar, tetapi juga ketika ia menjelaskan kekurangan barang dagangannya. Seorang pegawai disebut jujur bukan hanya ketika ia tidak mencuri uang, tetapi juga ketika ia bekerja sesuai tanggung jawabnya.
Seorang pemimpin disebut jujur bukan hanya ketika pidatonya indah, tetapi ketika kebijakannya tidak menipu rakyat. Seorang guru disebut jujur ketika ilmunya disampaikan apa adanya. Seorang dai disebut jujur ketika agama tidak dipakai untuk kepentingan pribadi.