Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khutbah Jumat: Tanda-tanda Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2026 |11:01 WIB
Khutbah Jumat: Tanda-tanda Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan
Ilustrasi.
A
A
A

SALAH satu harapan besar setiap muslim yang menunaikan ibadah haji adalah meraih predikat haji mabrur. Karena dengan predikat tersebut, ia akan mendapatkan jaminan surga dari Allah swt. Haji mabrur dapat tercermin dalam kehidupan setiap orang setelah pulang dari menunaikan ibadah haji, yaitu hidupnya berubah menjadi lebih baik, baik dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Berikut naskah Jumat berjudul "Tanda-tanda Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan”, sebagaimana dilansir dari NU Online.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Puji syukur al-hamdulillahi rabbil ‘alamin, atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita semua, khususnya nikmat iman dan kesehatan sehingga kita semua bisa menunaikan ibadah shalat Jumat ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita semua, Nabi Agung Muhammad saw, beserta para sahabat, keluarga, dan para pengikutnya.

Selanjutnya, sebagaimana Rasulullah senantiasa mengawali khutbahnya dengan wasiat takwa, izinkan kami selaku khatib pada kesempatan ini untuk mengajak diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Mari gunakan sisa umur kita ini untuk terus berusaha memperbanyak bekal pahala menuju akhirat, dengan senantiasa mengerjakan kebajikan dan menjauhi keburukan.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Saat ini, kita semua dan seluruh umat Islam di seluruh dunia baru saja menyaksikan berakhirnya rangkaian ibadah haji tahun ini. Jutaan jamaah haji telah menyelesaikan wukuf di Arafah, menginap di Muzdalifah dan Mina, melempar jumrah, melakukan tawaf, sai, serta berbagai manasik lainnya. Bahkan, sebagian dari mereka juga telah kembali ke kampung halaman masing-masing.

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan sekali dalam seumur hidup bagi semua kaum muslim yang mampu, baik secara fisik, finansial, maupun keamanan dalam perjalanan pulang dan pergi. Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلِلَّه عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya, “(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” (QS. Ali ‘Imran: 97).

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement