Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teks Doa Menag di Hari Kesaktian Pancasila, Doakan Indonesia Terhindar dari Perpecahan

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |14:13 WIB
Teks Doa Menag di Hari Kesaktian Pancasila, Doakan Indonesia Terhindar dari Perpecahan
Menag Nasaruddin Umar.
A
A
A

JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin pembacaan doa pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dalam doanya, Menag mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan keunggulan, sekaligus merawat persatuan nasional.

Doa diawali dengan refleksi atas pengorbanan para pahlawan dan syuhada di lokasi bersejarah tersebut. Menag menyampaikan bahwa kehadiran di hadapan sumur bersejarah bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan, melainkan juga untuk membangkitkan energi batin guna melanjutkan perjuangan serta cita-cita luhur mereka.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk mengenang jasa mereka, tetapi juga untuk membangkitkan energi batin kami guna melanjutkan perjuangan dan cita-cita luhur mereka,” ujar Menag dalam doanya.

Dalam bagian berikutnya, Menag menyebut Pancasila Sakti sebagai falsafah hidup yang menyatukan dan membimbing kehidupan berbangsa dan bernegara. Momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih dengan harga yang sangat mahal, sehingga perlu diisi melalui kerja keras dan pencapaian yang bermanfaat.

“Berikanlah kami kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan untuk mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai prestasi dan keunggulan, disertai niat luhur untuk kejayaan bangsa kami,” ucapnya.

Menag juga memanjatkan permohonan agar bangsa Indonesia dihindarkan dari berbagai bentuk perpecahan yang dapat menguras energi bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.

Pesan persatuan kembali ditegaskan pada bagian akhir doa. Menag memohon agar bangsa Indonesia dijauhkan dari fitnah, kebencian antar-sesama, serta bencana maupun petaka yang dapat mengembalikan posisi bangsa ke titik nol.

“Kami sedang dan terus berikhtiar mencurahkan segenap energi untuk meraih kejayaan bangsa. Jauhkanlah kami semua dari segala bentuk fitnah, kebencian satu sama lain, bencana, dan petaka yang dapat mengembalikan bangsa kami ke titik nol,” tutur Menag.

 

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia selaku Inspektur Upacara. Rangkaian acara meliputi mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, pembacaan dan penandatanganan ikrar, serta diakhiri dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama.

Teks Doa Lengkap Menteri Agama

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, hamdas-syakirin, hamdan-na'imin, hamday-yuwafi ni'amahu wa yukafi'u mazidah. Ya rabbana lakal hamdu kama yambaghi li jalali wajhikal karimi wa 'adhimi sulthanik. Allahumma shalli wa sallim 'alaih.

Ya Allah, ya Syahid, ya 'Alim! Lihatlah kami hamba-Mu terpaku dan tertegun di hadapan saksi bisu sumur bersejarah ini, tempat di mana para pahlawan dan syuhada bangsa kami dikorbankan. Kami hadir di sini bukan hanya untuk mengenang jasa mereka, tetapi juga untuk membangkitkan energi batin kami guna melanjutkan perjuangan dan cita-cita luhur mereka. Kami mohon kepada-Mu, jadikanlah sumur bersejarah itu sebagai pintu masuk ke dalam surga-Mu yang Engkau janjikan kepada para syuhada-Mu.

Ya Allah, ya Qawiyyu, ya Matin! Engkau menganugerahkan Pancasila Sakti sebagai falsafah hidup yang menyatukan dan membimbing kami dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Melalui Hari Kesaktian Pancasila ini, kami mohon sadarkanlah kami semua bahwa harga sebuah kemerdekaan itu amat mahal. Berikanlah kami kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan untuk mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai prestasi dan keunggulan, disertai dengan niat yang luhur untuk kejayaan bangsa kami. Untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi segenap warga bangsa kami, hindarkanlah kami dari berbagai perpecahan yang bisa menguras energi bangsa kami.

Ya Allah, ya Nashir! Kami sedang dan terus berikhtiar mencurahkan segenap energi kami untuk meraih kejayaan bangsa kami. Jauhkanlah kami semua dari segala bentuk fitnah, kebencian satu sama lain, bencana, dan petaka yang dapat mengembalikan bangsa kami ke titik nol. Pada akhirnya kami pasrahkan segenap upaya kami kepada-Mu. Tuntunlah kami, bantulah kami, dan kabulkanlah seluruh doa-doa suci kami.

Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement