JAKARTA — Surat Al-Kahfi merupakan salah satu surat dalam Al_Quran yang memilki banyak keutamaan. Surat ini sangat dianjutkan dbaca pada hari Jumat, hari istimewa yang penuh dengan keberkahan dan pahala.
Amalan ni dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang senantiasa mengisi hari Jumat dengan membaca Surah Al-Kahfi.pada hari Jumat. Berbagai keutamaan dan manfaat membaca Surat Al-Kahfi tersebut di antaranya:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Dikutip dari Buku Islam Sunnah Hadits Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi, dari Abu Said Al-Khudri bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, "Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan memberikan cahaya baginya dari hari Jumat itu hingga Jumat berikutnya." (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi).
Hal ini menunjukkan bahwa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat diyakini dapat menghapus dosa-dosa yang diperbuat di antara dua Jumat. Amalan tersebut juga mendatangkan kebaikan dan ampunan bagi pelakunya selama sepekan.
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menghafal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi akan dijaga dari kejahatan Dajjal (HR Muslim).
Fitnah Dajjal disebut sebagai ujian terbesar yang akan dihadapi manusia di akhir zaman. Dengan membaca dan mengamalkan surat ini, umat Muslim diharapkan memperoleh perlindungan dari fitnah tersebut.
Surat Al-Kahfi diyakini menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan. Setiap ayatnya dipercaya mampu menenangkan hati yang sedang gundah, sekaligus mendatangkan syafaat di akhirat. Selama ini, tidak sedikit orang beranggapan bahwa ketenangan hidup hanya bisa diperoleh dari materi. Padahal, membaca Al-Kahfi secara rutin dapat membuat hati lebih damai dan terarah.
Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat tidak hanya sebagai pancaran cahaya pembimbing dan benteng perlindungan dari fitnah Dajjal, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri untuk meraih ampunan Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW menegaskan bahwa barangsiapa yang mengamalkan bacaan surat ini pada hari Jumat, maka dosa-dosanya di antara dua Jumat tersebut akan diampuni.
Oleh karena itu, rutinitas ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk membersihkan kekhilafan dan dosa-dosa kecil yang tidak disengaja selama sepekan terakhir. Membiasakan diri membaca Al-Kahfi di hari Jumat—baik di malam Jumat maupun sepanjang hari Jumat—menjadi sarana taqarrub (pendekatan diri) agar seorang hamba senantiasa menjaga kesucian hatinya, memperbarui komitmen keimanannya, serta melangkah menuju pekan berikutnya dengan jiwa yang lebih bersih dan dilimpahi rahmat-Nya.
Selain menjadi amalan pembawa cahaya dan ampunan, rutin membaca Surat Al-Kahfi juga diyakini dapat menjadi wasilah agar seseorang diwafatkan dalam keadaan syahid—yakni kedudukan tertinggi bagi seorang Muslim yang gugur di jalan Allah SWT. Derajat keutamaan ini menjadi salah satu impian terbesar setiap mukmin karena keutamaan dan pahala melimpah yang dijanjikan di sisi-Nya.
Melalui konsistensi membaca dan merenungi isi Surat Al-Kahfi, seorang hamba senantiasa memohon keteguhan iman hingga akhir hayat (husnul khatimah). Amalan ini bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan wujud permohonan agar saat takdir kematian menjemput, ia berada dalam puncak ketaatan, terhindar dari fitnah akhir zaman, serta menggapai keridhaan Allah SWT.
(Rahman Asmardika)