JAKARTA - Tiga bacaan doa memohon hujan ini bisa diamalkan umat Muslim ketika kemarau berkepanjangan dan hujan tak juga kunjung turun. Kondisi kering yang terlalu lama dapat membuat kebutuhan air bersih sulit terpenuhi. Dalam situasi seperti ini, umat Muslim dianjurkan berikhtiar dengan memohon hujan kepada Allah SWT.
Lantas, doa apa saja yang bisa dibaca untuk memohon turunnya hujan? Dilansir dari laman resmi milik Nahdlatul Ulama (NU), berikut adalah doa memohon hujan yang diriwayatkan sejumlah perawi, seperti Imam Asy-Syafi’i dan Abu Dawud. Doa ini dikutip dari kitab Busyral Karim karya Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin (Beirut: Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 366).
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ
Allahummasqinal ghaitsa, wa la taj‘alna minal qanithin.
Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan .”
اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ
Allāhumma anbit lanaz zar‘a, wa adirra lanad dhar‘a, wasqinā min barakatis sama’i, wa anbit lana min barakatil ardhi.
Artinya: “Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.”
اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ
Allahummarfa‘ ‘annal jahda wal ju‘a wal ‘ura, waksyif ‘annal bala’a ma la yaksyifuhu ghairuka.
Artinya: “Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu.”
Demikian tiga bacaan doa memohon hujan yang bisa diamalkan. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita dan menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi semua makhluk ciptaan-Nya.
(Rahman Asmardika)