Katering Siap Layani Jamaah di Arafah dan Mina

Akmal Irawan, Jurnalis
Kamis 11 Oktober 2012 14:53 WIB
Jamaah haji Indonesia (Foto: Dok. Okezone)
Share :

MADINAH - Katering atau makanan, menjadi faktor penting sebagai sarana dan pemasukan energi bagi jamaah haji dalam pelaksanaan haji tahun ini.
 
Kepala Chef/Koki Misi Haji Indonesia Sartoyo mengatakan secara teknis persiapan tim katering sudah siap melaksanakan tugasnya menyediakan makanan bagi seluruh jamaah haji Indonesia di Arafah dan Mina. Segala macam kebutuhan untuk persiapan makanan termasuk teknis seperti peralatan sudah lengkap dan menunggu untuk digunakan melayani tamu-tamu Allah pada puncak musim haji 2012 ini yang akan jatuh pada Kamis 25 Oktober 2012.
 
“Kita sudah siap. Saya sudah meninjau semua kesiapan katering dari 12 perusahaan yang akan menyediakan makanan untuk para tamu Allah di Arafah dan Mina pada pelaksanaan puncak haji yang kalau tidak berubah akan jatuh pada Kamis 25 Oktober 2012 mendatang. SDM maupun teknis sudah siap dan tinggal menunggu waktu pelaksanaannya. Insya Allah lancar semuanya,” ujar Sartoyo kepada wartawan di Madinah, usai meninjau berbagai persiapan perusahaan Katering.
 
Tim katering haji menurutnya melibatkan koki-koki dari Indonesia yang sudah berpengalaman menyiapkan makanan untuk ratusan ribu jamaah haji Indonesia. "Selain itu kami juga menyiapkan menu makanan yang berbeda dari menu makanan yang disediakan bagi jamaah sehari-hari yang di Makkah maupun Madinah yang sudah sampai duluan. Ini agar jamaah tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja. Ini penting karena jamaah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima yang bisa ditopang salah satunya Insya Allah dengan makanan yang baik,” tegasnya.
 
Sartoyo mengatakan untuk jenis makanan yang akan disiapkan akan variatif dan diharapkan akan cocok untuk lidah orang Indonesia. "Cita rasa Indonesia akan tetap dipertahankan. Memang baru tahun ini makanan untuk jamaah diwajibkan dengan menu yang mengandung cita rasa Indonesia asli, agar jamaah semuanya bisa menyantap makanan tanpa ragu-ragu dengan rasanya,” jelasnya.
 
Makanan menurutnya akan ada juga yang berkuah sedikit seperti semua, namun tidak dari semua menu yang akan diberikan tidak ada satupun yang akan mengandung santan. "Ini untuk menjaga agar jangan sampai makanan basi. Makanan bersantan akan berisiko di cuaca yang panas seperti di Arafah dan Mina nanti. Sementara untuk teknis penyiapan makanan akan menggunakan metode campuran yaitu box dan prasmanan. Kalau prasmanan sudah diatur akan jamaah tidak perlu antre terlalu panjang,” imbuhnya.
 
Khusus kepada jamaah-jamaah yang mengalami sakit tertentu dan memiliki pantangan pada jenis makanan-makanan tertentu, dirinya mengharapkan agar ketua kloter memberitahukan kepada pihaknya agar bisa disiapkan jenis makanan yang tidak mengganggu kesehatan jamaah yang sakit. "Untuk orang tua ketika disiapkan prasmanan juga diharapkan regunya dapat membantu melayani orang-orang tua atau yang sakit ini,” ujar Chef yang sengaja didatangkan dari Indonesia untuk musim haji tahun ini.
 
Untuk persiapan panitia juga akan menyiapkan 15 persen dari jumlah makanan yang disediakan sebagai tambahan untuk menjadi cadangan kalau ada kekurangan makanan. Selain itu juga akan disiapkan air yang cukup yang disediakan para perusahaan katering dengan galon atau tanki yang tersebar. Juga air panas, kopi, teh, gula dan susu akan disediakan untuk para jamaah.

"Insya Allah dengan perencanaan yang matang dan hasil evaluasi dari pelaksanana catering sebelumnya, tahun ini semuanya bisa berjalan lancar. Kita harapkan kejadian-kejadian dimana jemaah telah mendapatkan makanan maupun makanan basi tidak akan terulang lagi,” tandasnya.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya