MAKKAH - Amirul Haj Suryadharma Ali memastikan jumlah jamaah haji yang wafat selama pelaksanaan haji lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya pada periode sama. Hal ini tidak lepas karena kerja keras petugas haji, terutama tim kesehatan yang aktif memantau kondisi kesehatan jamaah haji.
Pada Senin (29/10/2012) sekira pukul 21.00 waktu Arab Saudi, sebanyak 162 jamaah haji Indonesia wafat. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya yakni 188 orang.
"Pelayanan kesehatan berupa visitasi dokter ke pemondokan jamaah sangat membantu menekan jumlah jamaah yang wafat. Biasanya, kebanyakan jamaah enggan memeriksa kesehatannya ke balai pengobatan yang disediakan. Dengan didatangi para dokter mereka tergerak memeriksakan kesehatannya. Ini menjadi salah satu faktor berkurangnya jumlah jamaah haji yang wafat," kata Suryadharma Ali kepada wartawan di Makkah.
Suryadharma Ali, yang juga menjabat Menteri Agama berharap jumlah jamaah haji yang wafat berkurang hingga akhir prosesi pemulangan. Dia juga sadar manusia tidak bisa memprediksi karena usia merupakan urusan Allah SWT.
Buktinya, Allah menunjukkan kekuasaannya dan mungkin dinilai aneh bagi manusia. Ada seorang jamaah haji asal Medan berusia 96 tahun berangkat ke Tanah Suci didampingi cucunya. Tidak pernah terbayangkan jamaah lainnya bahwa sang cucu yang berusia 50 tahun wafat di Tanah Suci. Sementara sang kakek tetap sehat dan bisa menyelesaikan ibadah hajinya.
"Itu menjadi kekuasaan Allah yang manusia tidak pernah bisa memprediksinya. Namun pemerintah tetap memberikan perhatian penuh kepada jamaah yang wafat, termasuk juga yang sakit. Pemerintah berusaha menjamin semua jamaah yang tiba di Arab Saudi tetap mendapat gelar haji," kata Suryadharma.
Dia menjelaskan, pemerintah akan memba'dalkan haji jamaah yang wafat dan sakit. Demikian pula dengan jamaah haji yang sakit dan tidak mampu menjalankan ritual hajinya. Hanya saja, haji yang sakit tetap harus menjalankan safari wukuf dengan menggunakan ambulance atau bus.
(Rizka Diputra)