Anggito: Kami Sedang Hitung Ulang Honor Temus

Fetra Hariandja, Jurnalis
Rabu 21 November 2012 14:32 WIB
Anggito Abimanyu
Share :

JEDDAH - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan sedang menghitung ulang honor bagi petugas haji tenaga musiman (temus). Langkah ini berkaitan munculnya pertanyaan perbedaan besaran honor yang diterima para temus.

Dalam pesan singkatnya yang diterima MCH Jeddah, Selasa (20/11/2012) malam, Anggito menjelaskan perbedaan besaran honor tersebut dimungkinkan karena adanya selisih kurs mata uang. Namun, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menghitung ulang honor tersebut.

Sebagian besar temus di Arab Saudi berasal dari Kemenkes dan Kemenag dengan domain tugas masing-masing. Persoalan muncul setelah temus merasa honor yang diterima tidak sesuai dengan harapan. Sebagian temus berasumsi honor yang diterima 280 reyal per hari seperti tahun lalu. Sebagian lainnya menyebut 265 reyal dan ada pula yang menyatakan 255 reyal.

Perbedaan ini memunculkan pertanyaan di kalangan temus. Mereka meminta agar Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan penjelasan secara transparan. Sehingga tidak ada perbedaan asumsi di kalangan temus terkait honor yang diterima.

Anggito menegaskan, selisih kurs petugas temus yang direkrut Kemenag RI kemungkinan besar tidak akan menimbulkan masalah. Alasannya, Kemenag sudah menyediakan dana cadangan yang disediakan untuk menutupi selisih kurs.

"Yang jadi masalah bukan di temus Kemenag RI karena kami punya dana cadangan selisih kurs, masalahnya ada di temus Kemenkes RI. Ini semata-mata karena jika dihitung dalam reyal jadi turun dari anggarannya. Sebentar lagi dihitung kembali, termasuk ketersediaan dana yang kami miliki," papar Anggito.

Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengaku akan meminta konfirmasi apakah Kemenkes memiliki cadangan silisih kurs. Sehingga, dirinya belum tahu apakah Kemenkes bisa membayar honor di atas 255 reyal.

"Kemenag bisa membayar honor temus lebih dari 255 reyal. Hanya saja saya belum tahu apakah Kemenkes juga bisa. Intinya, kami sedang menghitung," ungkapnya.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Ahmad Abdullah mengatakan adanya perbedaan besaran honor temus karena dikenakan pajak dan selisih kurs. "Honor temus dibayarkan di Arab Saudi. Dana tersebut ditransfer ke Arab Saudi. Dana honor itu ditukar dalam bentuk USD. Kemdian ditukar lagi dalam mata uang reyal di Arab Saudi," ujar Abdullah.

Pola transfer dilakukan karena larangan membawa dana tunai dari Indonesia ke Arab Saudi dalam jumlah besar. Dalam perjalanannya bisa saja terjadi penurunan nilai tukar USD terhadap reyal. "Permasalahan selisih kurs itu akan diatasi karena pemerintah Indonesia tidak akan merugikan temus," imbuh Abdullah.

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya