JAKARTA- Lebaran semakin dekat, sepanjan jalan di area Stasiun Cikini dipenuhi oleh para pedagang parcel musiman. Mulai dari parcel yang berisi makanan, tea set dan kombinasi keduanya sudah mulai ramai dipesan.
Parsel menjadi salah satu media untuk berbagi di Bulan Ramadan ini. Di area Stasiun Cikini, puluhan pedagang parcel sudah memenuhi area trotoar untuk memamerkan kreasi parcel kepada para calon pemesannya.
Harga yang dipatok pun bervariasi mulai dari harga Rp100 ribu hingga puluhan juta rupiah.
"Dalam sehari saya bisa menjual hingga Rp2 juta, apalagi kalau sudah mendekati hari raya, pemesannya bisa naik hingga dua kali lipat," kata penyedia jasa penyusunan parcel di Stasiun Cikini, Sudirman, Sabtu (12/7/2014).
Sudirman menjelaskan, dirinya hanya menyediakan jasa penyusunan parcel dan tidak menyediakan isisnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya barang kadaluarsa. "Jadi pemebeli silahkan memilih barang sesuai dengan pilihannya sendiri,"sambungnya.
Namun, bagi pembeli yang tidak ingin repot membeli barang sendiri, beberpa pedagang juga menyediakan jasa parcel langsung dengan isi makanan atau barang.
Seperti Kiki, yang menjual parcel dengan susunan yang berisi makanan barang bahkan kombinasi keduanya, "Kita enggak takut kalau barang kadaluarsa, karena sebelum pembelian kita pasti cek ulang tanggal dan kondisi barangnya. Jenis makanan dan barang yang dipesan disesuaikan dengan harga pemesanan," papar Kiki.
Sebagai barang yang akan akan diberikan parcel biasanya dihiasa agar terlihat indah dan menari. Oleh Karena itu pembuat parcel dituntut harus kreatif dan inovatif. Bukan sekedar menyusun tapi juga diperlukan seni di dalamnya. Semakin cantik parcel pemesananpun akan menjadi lebih banyak dan hargapun bisa bertambah tinggi.(Nadya Lukitasari)
(Ahmad Dani)