Ketika tiba di Arab Saudi, ia pun harus rela menungu berminggu-minggu mendapat kepastian pekerjaan. "Sampai bosan saya menunggu, lama sekali nggak ada kejelasan," kata Nanang terkenang.
Baru ketika musim haji tiba, dia diminta ikut membantu menjadi kernet bus pengangkut jamaah haji. Pekerjaannya pun mudah, hanya mengangkut barang-barang dan tas koper jamaah.
Setelah enam bulan jadi kernet, ia mendapat tawaran dipercaya menjadi sopir. Itupun harus melalui proses panjang, karena harus memiliki surat izin mengemudi (SIM), pengalaman pernah membawa mobil besar.
"Alhamdulillah, itupun karena saya bisa nyetir sejak di Indonesia, sampai sekarang dipercaya bawa bus," katanya.