Biasanya pula Kiswah diserahkan oleh Kepala Urusan Dua Mesjid Suci Syekh Saleh bin Abdul Rahman Al-Hussain kepada Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Shaibi di pabrik Mekkah. Sebuah tas kecil terbuat dari beludru berukir emas dan perak berisi kunci Ka’bah, sekaligus diserahkan.
Kebiasaan serah terima Kiswah dilakukan pada hari pertama Dzulhijjah supaya Ka’bah siap pada hari kesembilan saat jemaah calon haji berkumpul di Arafah. Penggantian dimaksudkan untuk memastikan Kabah tampak bersih saat Idul Adha.
Mengacu pada fungsinya, di samping memperindah Ka’bah, penggunaan Kiswah bertujuan melindungi dinding Ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Allah SWT berfirman, yang artinya: “...Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf,yang ruku, dan yang sujud.” (QS. Al-Baqarah [2]: 125).
Setiap musim haji, pemerintah setempat biasanya melipat atau menarik bagian bawah kain penutup Ka’bah ke atas guna menghindari kerusakan akibat tarikan, gesekan, atau faktor manusia lainnya ketika mereka tengah beribadah di Ka’bah. Kain itu akan diturunkan kembali ke posisi semula setelah musim haji berakhir.
(Widi Agustian)