Tantangan Berdakwah di Perancis, Antara Realitas dan Idealitas

, Jurnalis
Selasa 14 Mei 2019 02:03 WIB
Share :

SECARA bahasa dakwah memiliki arti ajakan, seruan, imbauan dan seterusnya. Sedangkan secara Istilah menurut syeikh ali Mahfudz dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin, dakwah memiliki arti mengajak manusia melaksanakan amal kebaikan sesuai petunjuk Allah dengan tujuan memperoleh bahagia dunia dan akhirat.

Bagi seorang dai biasanya bersemangat saat jumlah jamaahnya banyak berkobar dan membara saat berceramah. Namun menjadi tantangan tersendiri bagi dai saat berceramah di negara muslim yang minoritas terutama di negara Eropa seperti Prancis.

Kalau di Indonesia saat ada pengajian atau kajian jumlahnya pasti yang hadir cukup banyak. Tentunya tantangan betdakwah di Paris itu berbeda, jamaah di Perancis memang sangat unik, untuk mengumpulkan jamaah yang banyak hanya waktu tertentu saja seperti berbuka puasa dan khutbah Jumat. Jumlah jamaah yang banyak amatlah sulit dilakukan saat mengadakan kajian dalam sebuah mt arraudhah Paris.

Setidaknya ada tantangan dalam berdakwah walaupun jamaahnya satu seorang dai harus siap dan ikhlas menyampaikannya. Setidaknya Muhammad Zen merasa bersyukur dan senang karena saat menyampaikan tausiahnya ada perkembangan jumlah jamaah.

Hari pertama kajian Jum'at 10 Mei 2019 kajian Arraudah diadakan di aula KBRI Paris yang hadir satu orang yaitu ibu Retno. Ibu ini semangat belajar luar biasa beliau tidak hanya ikut kajian di Arraudah namun beliau juga sampai ikut kajian di Nation Paris di rumah Ibu Ledya.

Hari kedua yaitu Sabtu 11 Mei 2019 kajian Arraudah Paris diadakan di rumah ibu Retno istri seorang teknokrat. Alhamdulillah yang hadir jumlahnya lebih banyak dibanding sebelumnya yaitu menjadi tiga jamaah. Bertambah jamaah yaitu pak Andang dan ibu Ida.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya