Ramadan di New Zealand, Tak Ada Suasana Mencekam

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Selasa 14 Mei 2019 02:31 WIB
Share :

DUA bulan setelah tragedi Christchurch, salah satu Da'i ambasador Dompet Dhuafa, Kopri Nurzen mengisahkan suasana Ramadan di New Zealand, Senin 13 Mei 2019.

Tidak dipungkiri bahwa tragedi di Christchurch telah melukai bukan hanya hati umat muslim, namun juga hati masyarakat New Zealand. Oleh karena itu, soliditas masyarakat di sana kepada muslim semakin tinggi. Sebelum Ramadan, sering ditemui pengawalan ketika salat Jumat (10/05) oleh masyarakat non-muslim di New Zealand.

Tak berbeda juga ketika Ramadan. Bukan hanya menjadi bulan besar bagi umat muslim, kehadiran Ramadan juga menjadi bulan istimewa bagi masyarakat New Zealand secara umum tahun ini.

Ketika malam, dan waktu salat Tarawih tiba, kepolisian setempat kompak mengawal untuk memberikan kenyamanan beribadah bagi umat muslim di sana. Suatu bentuk dukungan atas tragedi yang terjadi beberapa waktu lalu. Tidak ada suasana mencekam seperti dulu, berganti dengan kekhusyuan beribadah. Ramadan di Auckland, New Zealand terasa lebih istimewa dan damai.

"Setiap taraweh Masjid-Masjid dijaga oleh polisi dengan senjata laras panjang untuk memberikan kenyamanan kepada orang-orang yang salat. Hal itu sebagai bentuk dukungan pemerintah New Zealand kepada umat Islam pasca peristiwa penembakan di Crish Church beberapa waktu lalu," terang Kopri melalui siaran pers yang diterima Okezone.

Terlepas dari kejadian Christchurch, sejak lama New Zealand sudah menjadi tanah bagi banyak etnis. Mayoritas penduduk nya yang merupakan pendatang membuat New Zealand menjadi negara dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Tidak hanya masyarakat yang heterogen, umat muslim di New Zealand juga berasal dari latar belakang etnis beraneka ragam. Semua kemajemukan tersebut terbalut dalam satu nilai yang sama, yaitu ukhuwah Islamiyah.

"Umat Islam di sini terdiri dari berbagai macam etnis dan negara asal, namun diikat dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang sangat kuat. Ada yang berasal dari Fiji, India, Pakistan, Bangladesh, Timur Tengah, Asia Tenggara, China, Eropa, Afrika dan sebagainya. Semua menyatu dalam shaf-shaf shalat taraweh dan shalat fardhu yang lima waktu," ucap Kopri.

Kini, Kopri dan kolega sesama da'i Ambasador Dompet Dhuafa di New Zealand sedang mengemban tugas menyampaikannya syiar Islam. Pesan-pesan perdamaian yang merupakan intisari dari ajaran Islam akan terus dikumandangkan di bumi Selandia Baru selama Ramadan ini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya