Berhijrah bukanlah sebuah hal yang mudah. Butuh komitmen serta perjuangan yang besar agar bisa meyakinkan seluruh masyarakat yang tinggal berdampingan dengan kita. Seperti kisah penyanyi cantik, Cinta Penelope yang memutuskan untuk meninggalkan kehidupan masa lalunya.
Sebelumnya, Cinta Penelope mengaku titik balik dirinya memutuskan untuk berhijrah yakni pada akhir 2017 silam. Kala itu dirinya terpanggil setelah mendengar dakwah yang diberikan Ustaz Abdul Somad yang awalnya sempat membahas mengenai lagu berjudul Keong Racun yang dinyanyikannya.
Namun, keputusan Cinta untuk berhijrah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia masih harus berusaha membicarakan keinginannya tersebut dengan seluruh rekan timnya. Tentunya banyak anggota tim kecewa dengan keputusan Cinta yang terkesan mendadak.
“Sampai saya di kota Padang, saya masuk ke kamar dan berbicara dengan manajer. ‘jika saya memakai hijab bagaimana ya?’ maksudnya saya ingin menutup bagian yang paling wajib dahulu, akhlak menyusul lah dengan proses,” terang Cinta dalam wawancara eksklusif dengan iNews beberapa waktu lalu.
Tentunya keinginan Cinta untuk berhijab, berimbas kepada sejumlah kontrak yang dimilikinya kala itu. Namun, dengan yakin wanita seksi bertato itu memantapkan dirinya untuk terus berhijrah minimal dengan menanggalkan busana seksi dalam kehidupannya.
“Awalnya mereka kaget karena banyak kontrak dan lain sebagainya. Namun, saya mengatakan bahwa saya merasa takut. Takut mati, dan saya belum punya pertanggung jawaban apa-apa di sana nanti. Karena manajer saya kasihan, akhirnya saya berbicara dengan produser. Saya sempat malu karena pakaian saya terbuka semua dan sama sekali tidak memiliki pakaian yang berlengan panjang,” lanjutnya.
Sejak mendengar dakwah dari UAS itulah, Cinta merasa malu dengan dirinya. Ia pun sempat malu dengan pakaian yang melekat pada tubuhnya saat itu yang dinilai terlalu terbuka. Akhirnya selama ia bertugas di luar kota, ia menggunakan kain Bali untuk menutupi bagian tubuhnya.
“Saya sempat malu karena di luar laki-laki semua , akhirnya manajer saya memberikan kain Bali yang sayang pakai di kepala dan satu lagi saya lilitkan di badan. Dua hari saya pakai yang seperti itu dan saya ngobrol untuk mencari solusi,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)